Fakta Unik Dunia Asal Usul Warna Loreng Harimau

Suka dengan kucing ? mereka adalah hewan yang jinak dan memiliki bulu yang sangat lembut. Kucing juga termasuk hewan paling bersih didunia, sampai – sampai mereka tidak memiliki kuman sedikitpun. Bagaimana kalau kita ganti kucing menjadi harimau ? masih berani pelihara ?
Baiklah sekarang saya akan membahas asal usul loreng yang terdapat pada bulu harimau. Tentunya ketika mereka lahir, mereka tidak disemprot dengan pewarna. Mereka lahir dengan alami. Salah satu ciri – ciri yang khas dari harimau adalau terdapat motif loreng pada bulu di tubuh mereka. Yang lebih unik lagi, setiap harimau masing – masing memiliki loreng yang berbeda, seperti halnya sidik jari manusia. Disamping itu, kulit harimau juga memiliki loreng seperti bulunya. Lantas, apa yang membuat munculnya loreng pada harimau ? Ini disebabkan oleh pigmen warna. Pigmen pada kulitnya ternyata berhubungan dengan warna gelap terang dari bulunya.
Salah satu teori yang berkembang, teori morphogen menjelaskan tentang bagaimana harimau mendapatkan lorengnya. Teori ini dikemukan pada tahun 1950 oleh matematikawan Inggris dan pemecah kode rahasia pada Perang Dunia II, Alan Turing dan diperkuat oleh Lewis Wolpert pada tahun 1960an. Menurut teori morphogen, loreng pada bulu harimau tersebut dihasilkan dari interaksi sepasang zat morphogen yang mengatur pola pembangunan jaringan yang bekerja dalam sel yang bekerja sama dan berfungsi sebagai “activator” dan “inhibitor”. Hebatnya teka teki ini dipecahkan melalui persamaan matematika yang dihubungkan dengan konsep – konseo biologi.
Aktivator yang terdapat pada sel berfungsi sebagai pembentuk loreng hitam, kemudian aktivator ini akan berinteraksi dengan inhibitor yang akan menciptakan ruang kosong, yang selanjutnya mengalami proses yang berbalik kembari sehingga loreng berikutnya tercipta lagi. Proses ini terjadi berulang- -ulang sehingga terbentuk beberapa motif disepanjang tubuh harimau, termasuk kulit dan bulunya.
Pada tahun 2012, hipotesis ini diuji oleh seorang ilmuwan Dr. Jeremy Green dari King’s College London. Ia menguji hipotesis tersebut pada sebuah kelinci percobaan, bukan kelinci melainkan tikus, pada mulut tikus. Langit-langit pada mulut tikus memiliki pola bergelombang yang terbentuk dari aktivator dan inhibitor. Ketika para ilmuwan merusak salah satu morphogen, dengan menambah/mengurangi aktivitas mereka, maka polanya berubah. Ekperimen ini membuktikan hipotesis teori morphogen. Teori ini juga berlaku untuk motif bintik-bintik macan tutul dan motif loreng pada zebra
Lantas apa fungsi dari loreng yang dimiliki harimau?  Apakah sekedar keindahan estetika semata ? Menurut hipotesis para ilmuwan, loreng pada harimau berfungsi sebagai kamuflase atau menyamar dengan lingkungan disekitarnya saat mereka berburu atau bersembunyi.
Terima Kasih telah membaca

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *