Fakta Uang Kertas dan Logam Yang Kita Gunakan Untuk Transaksi Sehari-Hari

Uang ialah alat tukar untuk mempermudah acara transaksi insan dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.  Tanpa adanya uang kita akan merasa sangat kesulitan untuk melaksanakan acara muamalah jual beli barang atau pun jasa.  Uang menyerupai telah menjadi benda wajib bagi insan untuk mampu bertahan hidup walaupun bekerjsama insan mampu hidup berdikari dan sejahtera tanpa adanya uang alias duit.
Berikut yang tertera di bawah ini ialah beberapa fakta wacana uang yang mungkin belum anda ketahui :
1. Uang Terbuat Dari Benda Yang Tidak Begitu Berharga dan Dari Ketiadaan
Uang yang kita gunakan untuk jual beli dalam keseharian kita umumnya dibuat dari materi kertas, plastik, banyak sekali jenis logam, dan lain-lain.  Biasanya bank sentral suatu negara yang merupakan perusahaan swasta lebih menyukai mengadakan uang yang biaya produksinya rendah.  Bahkan kita pun mampu saja menggunakan uang yang tidak berbentuk menyerupai transaksi elektronik perbankan, kartu kredit, kartu debit, dompet operator ponsel, dan lain sebagainya.
2. Sebelum Adanya Uang Manusia Menggunakan Sesuatu Yang Berharga Sebagai Alat Tukar
Banyak orang bilang bahwa nenek moyang kita menggunakan cara tukar barang yang sulit untuk transaksi jawaban sulitnya mempertemukan undangan dan penawaran antara pembeli dan penjual.  Sebenarnya orang-orang jaman dulu biasanya menggunakan koin emas dan perak serta benda-benda favorit tertentu untuk bertransaksi jual beli.  Yang terang dahulu kala insan terbiasa transaksi menukarkan sesuatu yang berharga dengan yang berharga pula baik produk barang maupun jasa.  Dahulu di masa ke-7 harga satu atau dua ekor domba setara dengan emas satu dinar.  Saat ini pun harga satu atau dua ekor domba setara dengan satu koin dinar emas.
3.  Sewaktu-waktu Uang Bisa Berubah Menjadi Sesuatu Yang Tidak Berharga
Uang membutuhkan peraturan pemerintah dan jaminan nilai uang dari pemerintah untuk mampu diterima masyarakat sebagai alat tukar.  Tanpa adanya sesuatu yang memaksa, masyarakat akan merasa enggan untuk mendapatkan sesuatu yang tidak signifikan nilainya serta tidak disukai sebagai alat transaksi perdagangan sehari-hari.  Bukan hal yang tidak mungkin ketika terjadi hiper inflasi, perang, kudeta, penjajahan, bencana, dan perubahan kebijakan ekstrim menjadikan uang kita tidak diakui lagi nilainya.  Secara normal pun uang yang kita pegang tidak akan dianggap sebagai uang sekitar belasan atau puluhan tahun dari sekarang.
4. Jika Uang Dapat Dibuat, Maka Uang Dapat Dipalsu Semirip Aslinya
Dengan teknologi yang sangat canggih orang-orang pun mampu membuat uang yang menyerupai dengan yang asli tanpa mampu dibedakan mana yang asli dan mana yang palsu.  Kalau sudah demikian maka kitalah yang akan dirugikan karena nilai uang kita akan turun terus-menerus digerus oleh inflasi jawaban jumlah uang beredar yang berlebihan.
5. Nilai Uang Turun Dari Waktu Ke Waktu Karena Inflasi
Inflasi ialah penurunan nilai uang terhadap nilai barang yang berlaku secara umum, sehingga menjadikan harga produk barang maupun jasa secara umum mengalami kenaikan.  Dari waktu ke waktu kita telah mengalami perampokan nilai uang kita oleh sesuatu yang tidak nampak.  Umumnya inflasi disebabkan oleh lebih banyak uang beredar daripada jumlah barang jasa, lemahnya nilai tukar terhadap mata uang asing, efek ulah spekulan dan periba di pasar uang maupun pasar modal, dan lain sebagainya.
6. Menabung Dalam Bentuk Uang Secara Umum Akan Merugikan Kita
Jika ketika ini kita punya tabungan uang sebesar duabelas juta rupiah yang setara dengan sebuah sepeda motor baru, mungkin dua puluh tahun ke depan uang sebanyak duabelas juta rupiah hanya mampu dibelikan sebuah sepeda kayuh murah biasa.  Ingatkah anda harga-harga yang berlaku dua puluh tahun yang lalu?  Ya, sudah pasti dua puluh tahun yang lalu harga-harga sangat murah dibandingkan harga-harga yang berlaku ketika ini.  Itu ialah efek dari inflasi yang selalu ada pada uang.  Walaupun ada bunga bank, tetap saja biasanya nilai uang akan tetap berkurang jawaban inflasi yang lebih besar daripada bunga riba dari bank setelah dipotong pajak bunga riba bank.
Sekian informasi singkat wacana fakta uang, biar mampu menambah ilmu dan menunjukkan kebaikan bagi kita semua.  Amin.