Efek/Dampak Makan Daging Setengah Matang/Mentah Bagi Kesehatan

Mendengar kata daging setengah mentah mungkin bagi sebagian orang yang mendengarnya akan merasa tidak nyaman.  Daging setengah mentah atau setengah matang ialah daging yang dimasak hingga matang hanya pada bab luarnya saja, sedangkan pada bab dalamnya masih belum matang sempurna.  Daging bab dalam yang tidak matang tepat masih terlihat merah segar yang berbeda dengan daging matang tepat yang berwarna lebih kecoklatan.

Makan daging setengah matang sebetulnya menurut situs web terpercaya di internet boleh-boleh saja dilakukan.  Hal ini dikarenakan secara umum kuman basil yang ada pada daging biasanya bersifat aerob yang hanya mampu hidup kalau ada oksigen saja.  Pada daging bab dalam tidak ada oksigennya sehingga hanya basil anaerob saja yang mampu hidup di dalamnya.  Akan tetapi alasannya ialah basil biasanya hanya ada basil aerob saja di daging, maka makan daging setengah matang / mentah masih boleh-boleh saja dilakukan asalkan dagingnya dalam kondisi baik dan sehat.

Namun kalau kita memikirkan faktor kesehatan yang lain yang masih berafiliasi dengan daging, maka ada baiknya kita hanya makan daging yang matang tepat saja.  Dari segi rasa pun daging matang tepat secara umum lebih enak daripada daging yang dimasak setengah matang saja.  Bakteri ialah salah satu hal yang tidak baik bagi kesehatan insan pada daging.  Jika kita melihat bahaya kesehatan lain ibarat cacing pita, jamur, virus, kandungan logam berat, zat pengawet, zat aditif, dan lain sebagainya pada daging yang akan kita makan, maka tentu kita akan merasa lebih nyaman memakan daging yang matang tepat daripada daging yang matangnya hanya setengah-setengah saja.