Deuteromycotina : Fungi Pengertian Ciri-ciri Reproduksi Struktur Sel Contoh

Deuteromycotina : Fungi Pengertian Ciri-ciri Reproduksi Struktur Sel Contoh – Beberapa fungi yang belum diketahui alat reproduksi generatifnya dimasukkan ke dalam Deuteromycotina. Kelompok fungi ini juga sering disebut sebagai jamur tidak tepat atau the imperfect fungi. Fungi ini tidak mengalami reproduksi seksual atau mereka menunjukkan tahap aseksual (anamorph) dari fungi yang memiliki tahap seksual (teleomorph). Fungi ini ibarat Ascomycotina (septanya sederhana). Jadi, kelompok ini bisa dikatakan sebagai “keranjang sampah”, kawasan sementara untuk menampung jenis-jenis fungi yang belum terperinci statusnya. Apabila pada penelitian berikutnya ditemukan cara reproduksi seksualnya, maka suatu jenis fungi anggota Deuteromycotina akan bisa dikelompokkan ke dalam Divisi Ascomycotina atau Divisi Basidiomycotina. Contohnya yaitu Neurospora crassa yang ketika ini dimasukkan ke dalam kelompok Ascomycotina. Semua jamur anggota divisi artifisial ini bereproduksi secara aseksual dengan konidia. Konidia dibentuk diujung konidiosfora, secara langsung pada hifa yang bebas. Beberapa jenis hidup pada dedaunan dan sisa-sisa tumbuhan yang karam di dasar sungai yang berarus deras. Beberapa kelompok yang lain merupakan benalu pada protozoa dan hewan-hewan kecil lainnya dengan banyak sekali cara. Beberapa jenis juga ditemui pada semut dan sarang rayap. (Baca juga : Klasifikasi Fungi)
Beberapa jamur benalu pada hewan-hewan kecil mengembangkan unbranched body di dalam badan korbannya, kemudian secara perlahan-lahan menyerap nutrien hingga korbannya mati. Setelah itu jamur tersebut memproduksi rantai spora yang mungkin menempel atau terpengaruhi oleh hewan-hewan lain yang akan menjadi korbannya.
Cara lain yaitu dengan menangkap mangsanya dengan hifa yang dapat menusuk, dengan menumpangi dan melekat pada amuba. Salah satu kelompok jamur penghuni tanah ada yang bisa menangkap cacing nematoda dengan membentuk cincin hifa atau hyphal loop.
Ukuran cicin hifa tersebut lebih kecil dari ukuran badan nematoda dan runcing pada kedua ujungnya. Ketika nematoda memasukkan kepalanya ke dalam cincin hifa, cacing tersebut cenderung berusaha keluar dengan bergerak maju, bukan mundur, sehingga cacing tersebut justru terjebak pada kumparan hifa fungi tersebut. 
Setelah berhasil menjerat korbannya, jamur tersebut kemudian membentuk haustoria yang tumbuh menembus ke dalam badan cacing dan mencernanya.
Pada manusia, fungi anggota Divisi Deuteromycotina umumnya menyebabkan penyakit. Epidermophyton floocosum menyebabkan penyakit kaki atlet, sedangkan Microsporum sp. dan Trichophyton sp. menyebabkan penyakit kurap atau panu. Karena hidup dikulit, kedua jamur tersebut sering disebut juga sebagai dermatofita. Jenis lain yang merupakan penyebab penyakit pada insan yaitu Candida albicans
Fungi mikroskopis ini memiliki bentuk badan seakan-akan ragi, tetapi sifat hidupnya yaitu parasit. Penyakit yang ditimbulkannya yaitu penyakit keputihan yang terjadi karena adanya jerawat pada vagina. Deuteromycotina juga memiliki beberapa anggota yang merupakan penyebab penyakit pada tanaman. Sclerotium rolfsie adalah fungi yang menyebabkan penyakit wangi pada tanaman budidaya. Sedangkan Helminthosporium oryzae yaitu teladan fungi parasit yang dapat merusak kecambah dan buah serta dapat menjadikan noda-noda berwarna hitam pada daun inangnya. 
Anda sekarang sudah mengetahui Deuteromycotina. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.

Referensi :

Widayati, S., S. N. Rochmah dan Zubedi. 2009. Biologi : SMA dan MA Kelas X. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 290.


Sumber http://www.nafiun.com/