Contoh Teks Editorial/Opini (Pengertian dan Struktur)

Hai semua, kali ini saya akan menyebarkan artikel perihal pola teks editorial atau teks opini yang mana menjadi salah satu teks yang akan sahabat temui pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Oh ya sebelumnya nanti akan saya jelaskan terlebih dahulu pengertian dan struktur teks editorial itu sendiri.

Makara bagi yang belum paham pengertian teks editorial, tenang, nanti akan saya jelaskan dengan singkat, padat dan jelas. Oke kita eksklusif saja mulai pembahasan pertama yaitu pengertian.

Pengertian Teks Editorial/Opini

Contoh Teks Editorial Singkat

Teks editorial yakni teks yang isinya berupa pendapat pribadi seseorang terhadap suatu isu/masalah yang aktual. Isu sendiri mampu berupa gosip politik, sosial, atau bahkan ekonomi. Tidak menutup kemungkinan juga akan muncul isu-isu lain selain yang saya sebutkan tadi.

Teks jenis ini juga sering ditemui di koran-koran atau majalah-majalah. Dalam mengungkapkan pendapat, harus disertai dengan fakta atau bukti-bukti untuk memperkuat dan pendapat tersebut mampu diterima oleh pembaca atau pendengar.

Setelah sahabat memahami perihal pengertian teks opini, selanjutnya kita akan melihat menyerupai apa strukturnya. Oke kita eksklusif saja simak ulasannya dibawah ini :

Struktur Teks Editorial

Sobat sebelumnya telah mencar ilmu perihal teks eksposisi? jikalau belum maka sahabat perlu membaca artikel ini terlebih dahulu : Pengertian Teks Eksposisi. Pasalnya ada kesamaan antara teks editorial dan teks eksposisi dalam hal struktur teknya. Ya teks opini memiliki struktur antara lain : pernyataan pendapat (tesis), argumentasi, dan pernyataan/penegasan ulang pendapat. Untuk lebih terang mari kita bahas satu per satu.

Pernyataan Pendapat (Tesis)
yakni bab yang isinya sudut pandang penulis terhadap suatu permasalahan yang sedang dibahas tersebut. Istilah ini mampu juga disebut pernyataan atau teori yang nantinya akan diperkuat dengan argumen-argumen.

Argumentasi
yakni bab yang berisi alasan atau bukti yang digunakan untuk memperkuat pernyataan atau juga mampu untuk menolak suatu perndapat yang ada. Argumnetasi mampu berupa pernyataan para ahli, data hasil penelitian atau fakta-fakta dengan dasar yang kuat.

Pernyataan/Penegasan Ulang Pendapat
yakni bab yang isinya penguatan kembali atas pendapat yang sudah diperkuat dengan fakta-fakta yang ada dalam bab argumen.

Kaidah Kebahasaan Teks Editorial

Ciri kebahasaan teks editorial antara lain : adverbia, konjungsi, verba material, verba mental, dan verba ralasional. Berikut ini penjelasan masing-masing kaidah kebahasaan :

  • Adverbia – supaya dapat meyakinkan pembaca diharapkan mulut kepastian yang mampu dipertegas dengan kata keterangan atau adverbia frekuentatif, yaitu adverbia yang menggambarkan makna bekerjasama dengan tingkat kekerapan terjadinya sesuatu yang diterangkan adverbia itu. Kata-kata yang digunakan antara lain selalu, biasanya, sebagian besar waktu, sering, kadang-kadang, jarang, dan lainnya.
  • Konjungsi – yakni kata penghubung. Untuk lebih lengkapnya kunjungi : Macam-Macam Konjungsi
  • Verba Material – yakni verba yang memperlihatkan perbuatan fisik atau peristiwa
  • Verba Relasional – yakni verba yang memperlihatkan kekerabatan intensitas dan milik
  • Verba Mental – yakni verba yang menjelaskan persepsi, afeksi dan kognisi. Terdapat juga partisipan pengindra dan fenomena.

Oke pengertian sudah, struktur sudah, kaidah kebahasaan juga sudah, sekarang kita akan membahas bab inti, yaitu pola teks opini/editorial. Berikut ini contohnya :

Contoh Teks Editorial Singkat

CBT, Pengembangan Teknologi Pendidikan di Indonesia
Di masa kini, pendidikan sangatlah penting dalam menjalani kehidupan. Tak dapat dipungkiri bahwa tanpa pendidikan masyarakat Indonesia akan tertinggal jauh oleh negara lain. Oleh alasannya itu, aneka macam upaya yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia perihal kemajuan pendidikan.  Salah satu pola pengupayaan nya yakni teknologi yang digunakan dalam suatu proses pendidikan, alasannya teknologi merupakan salah satu faktor untuk berkembangnya suatu negara.
Baru-baru ini tidak jarang orang yang membicarakan mengenai Ujian Nasional dengan berbasis computer. Itulah salah satu upaya pengembangan teknologi di Indonesia. 
Computer Based Test atau yang sering disebut dengan istilah CBT ini memang sudah seharusnya diberlakukan pada sistem UN di Indonesia. Pada dasarnya, sistem ini tidak hanya untuk pengembangan teknologi saja, namun sistem ini juga lebih efisien dan lebih hemat dibanding dengan Paper Based Test yang harus mencetak soal ke dalam kertas. Padahal, penerima Ujian Nasional sangatlah banyak, dapat mencapai jutaan peserta. Tidak hanya itu, biaya pengiriman naskah soal pun tidak sedikit.
Pemanfaatan teknologi menyerupai itu bekerjsama sangatlah meringankan. Manfaat yang diberikan nya pun tidaklah sedikit. Manfaat tersebut tidak hanya didapat oleh pemerintahan saja. Untuk siswa, mereka akan lebih terbantu, alasannya mereka sudah tidak focus menghitamkan jawaban. Selama ini, factor menjawab pada kertas LJK sangatlah memengaruhi pada nilai mereka. Mereka hanya tinggal mengeklik jawabannya. Jadi, waktu nya tidak terbuang sia-sia.
Kendala dari aktivitas tersebut yakni beberapa masyarakat yang belum mampu menyetujui hal tersebut. Mereka menganggap bahwa CBT tersebut akan membebankan siswa, terutama pada siswa yang belum lancar dalam persoalan teknologi. Padahal,dengan itu mereka akan termotivasi untuk lebih mampu dalam teknologi menyerupai computer, alasannya pada dasarnya ketika ini aneka macam test-test yang menggunakan sistem CBT. Mereka yang tidak setuju, masih belum mampu untuk diajak berjalan menuju suatu perubahan yang lebih baik. Kecenderungan menyerupai itu dapat memengaruhi daya pengembangan, kreasi dan kreativitas. Padahal, untuk menjadi suatu negara yang maju, berubah itu perlu, berubah untuk yang lebih baik.
Suatu negara memerlukan suatu kondisi paling tidak sejajar dengan negara lain yang ada di dunia. Indonesia merupakan negara berkembang dan Indonesia sendiri perlu suatu kemajuan.