Contoh Koloid Pelindung dan Koloid Asosiasi, Kimia

Contoh Koloid Pelindung dan Koloid Asosiasi, Kimia – Sebelumnya pelajarilah terlebih dahulu mengenai sifat-sifat koloid.
Pada beberapa proses, suatu koloid harus dipecahkan. Misalnya, koagulasi lateks. Di lain pihak, koloid perlu dijaga agar tidak rusak. Suatu koloid dapat distabilkan dengan menambahkan koloid lain yang disebut koloid pelindung. Koloid pelindung ini akan membungkus partikel zat terdispersi, sehingga tidak dapat lagi mengelompok.
Contoh Koloid Pelindung :
  1. Pada pembuatan es krim digunakan gelatin untuk mencegah pembentukan kristal besar es atau gula.
  2. Cat dan tinta dapat bertahan lama karena menggunakan suatu koloid pelindung.
  3. Zat-zat pengemulsi, menyerupai sabun dan detergen, juga tergolong koloid pelindung.
Berbagai jenis zat, menyerupai sabun dan detergen, larut dalam air tetapi tidak membentuk larutan, melainkan koloid. Molekul sabun atau detergen terdiri atas episode yang polar (disebut kepala) dan episode yang non polar (disebut ekor).
Kepala sabun ialah gugus yang hidrofil (tertarik ke air), sedangkan gugus hidrokarbon bersifat hidrofob (takut air). Jika sabun dilarutkan dalam air, maka molekul-molekul sabun akan mengadakan asosiasi karena gugus nonpolarnya (ekor) saling tarik-menarik, sehingga terbentuk partikel koloid (lihat gambar 1).
 Sebelumnya pelajarilah terlebih dahulu mengenai  Contoh Koloid Pelindung dan Koloid Asosiasi, Kimia
Gambar 1. Molekul sabun.
Daya pengemulsi dari sabun dan detergen juga disebabkan oleh agresi yang sama. Gugus nonpolar dari sabun akan menarik partikel kotoran (lemak) dari materi cucian, kemudian mendispersikannya ke dalam air. Sebagian materi pencuci, sabun, dan detergen bukan saja berfungsi sebagai pengemulsi, tetapi juga sebagai pembasah atau penurun tegangan permukaan. Air yang mengandung sabun atau detergen mempunyai tegangan permukaan yang lebih rendah, sehingga lebih mudah meresap pada materi cucian.
Anda sekarang sudah mengetahui Koloid Pelindung dan Koloid Asosiasi. Terima kasih anda sudah berkunjung ke Perpustakaan Cyber.
Referensi :
Utami, B. A. Nugroho C. Saputro, L. Mahardiani, S. Yamtinah, dan B. Mulyani. 2009. Kimia 2 : Untuk SMA/MA Kelas XI, Program Ilmu Alam. Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta, p. 274.


Sumber http://www.nafiun.com/