Cara Orang Jepang Menanamkan Disiplin Pada Anak

Kebiasaan Orang Jepang

Orang-Orang Jepang dikenal selalu menunjukkan perilaku disiplin baik itu belum dewasa hingga tua. Hal ini tentu menjadi daya tarik masyarakat seluruh dunia dan termasuk anda untuk mengetahui, bagaimana caranya mereka mampu berbuat ibarat itu. Dan ternyata pelajaran disiplin telah dimulai di rumah semenjak belum dewasa dan juga dipengaruhi oleh kedekatan dengan ibu yang berperan penting dalam menanamkan disiplin pada orang-orang Jepang.

Negara jepang menerapkan budaya disiplin ibarat jahitan jelujur yang sifatnya sementara diberikan dalam pengasuhan hingga anak mampu melaksanakan semuanya sendiri. Disiplin berawal dari ibu dan kedekatan dengan ibu dengan anak sangat diutamakan. Di Jepang anak dan ibu tidak terpisahkan, semenjak lahir bayi selalu dibawa ke mana-mana.

Selama dua tahun kedekatan anak dan ibu terbentuk dengan baik. Dasar yang paling utama yakni anak harus punya rasa percaya dengan ibunya. Karena Menanamkan Disiplin Pada Anak tidak akan mampu apabila ibu tidak bersahabat dengan anak. Sedangkan bagi Ibu yang juga bekerja, Ibu juga tetap menciptakan waktu bersama yang berkualitas dengan anak selama 10-15 menit setiap hari.

Agar sikap disiplin dapat tertanam pada anak, ibu telah mempunyai acara yang teratur sebelum anak lahir. Untuk selanjutnya saat buah hati sudah cukup besar, mereka diajarkan mampu bangkit diatas kaki sendiri untuk mengurus diri sendiri. Anak-anak di Jepang berusia tujuh tahun sudah mampu mandi, pakai baju bahkan berangkat sekolah sendiri.

Menanamkan Disiplin Pada Anak harus tabah dan tidak mudah menyerah. Karena,  dalam sekali dua kali anak tentu belum mampu pribadi melakukannya. Dan apabila anak telah berhasil melaksanakan sendiri, Ibu tidak akan pelit memberi pujian.

Orang renta di Jepang juga menyadari untuk memberi teladan, bukan hanya memerinah, sehingg anak tumbuh dari proses adaptasi sehingga hidup disiplin terbawa hingga mereka dewasa. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh peneliti dari Universitas Tsukuba, mengungkapkan bahwa snak-anak Jepang yang mampu bangkit diatas kaki sendiri dan disiplin ternyata mempunyai literasi dan nilai yang lebih tinggi.

Ringkasan:

  • Orang-orang Jepang yang mempunyai sikap disiplin tinggi menjadi daya tarik bagi masyarakat seluruh dunia,
  • Masyarakat Jepang telah menanamkan disiplin kepada belum dewasa semenjak dini melalui pola yang tepat,
  • Kedekatan Ibu dan Anak mensugesti pembentukan sikap disiplin pada belum dewasa di Jepang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *