Cara Menurunkan Harga Bahan Makanan, Beras, Sembako, Dll

Pada dikala harga-harga materi makanan melonjak naik dan pemerintah terlihat tidak sanggup untuk mengatasinya, maka sudah sepantasnya kita turun tangan untuk membantu menurunkan harga dengan cara-cara yang baik.  Jangan hanya mengharapkan pemerintah saja dalam mengatasi persoalan dalam kehidupan kita karena pemerintah punya banyak pekerjaan yang juga tidak kalah pentingnya.  Kiranya kita merasa bisa dan memiliki suatu pedoman yang jenius dalam mengatasi persoalan banyak orang, hendaknya kita bantu mengatasinya sebisanya.

Bahan makanan pokok yakni sesuatu yang sangat diharapkan oleh semua orang.  Mulai dari bayi yang gres lahir hingga orang yang sudah lanjut usia butuh materi makanan untuk diproses menjadi makanan.  Tanpa adanya makanan yang baik dan mencukupi, maka kehidupan seseorang akan cenderung menderita.  Saat ini di negara kita Indonesia sudah banyak orang yang kekurangan makanan yang baik dan mencukupi.  Masih banyak warga negara Indonesia yang miskin, kelaparan dan gizi buruk.  Itulah sebabnya mengapa kita harus peduli dengan ketersediaan materi pangan pokok yang terjangkau bagi semua orang.

Beberapa Cara Menurunkan Harga Sembako, Beras, Terigu dan Bahan Makanan Lainnya :

1. Produksi Makanan Berbiaya Rendah

Baik makanan pokok maupun makanan pengganti harus diproduksi dalam jumlah yang memadai biar tidak terjadi kekurangan materi makanan yang berujung pada impor materi pangan.  Ubah metode pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dan kawan-kawan yang lama dengan yang inovatif kreatif dengan berlandaskan ketakwaaan kepada Tuhan SWT.  Cari masukan dan ide-ide gila yang masuk logika dari orang-orang cerdas dan orang-orang kreatif yang paham peraturan hukum agama dan peraturan hukum negara untuk menemukan suatu teknik pertanian gres yang dapat menjadi terobosan gres yang bisa diterapkan oleh pelaku agrobisnis secara gratis di masa mendatang.

Gunakan teknik produksi pangan organik yang hanya sedikit melibatkan belanja dengan uang.  Usahakan menggunakan pupuk, bibit, alat pertanian, energi, lahan, modal, konsultan, distribusi, ritel, dan lain-lain hasil buatan sendiri atau yang dikelola sendiri.  Bayar SDM dengan hasil bumi (natura), kesejahteraan tingkat tinggi non uang, dan bagi hasil penjualan (emas / perak / uang (jika terpaksa sesuai UMP)).  SDM tidak bersifat kekerabatan kerja namun kekerabatan kemitraan sehingga tidak ada hak dan kewajiban apapun layaknya kekerabatan kerja antara perusahaan dengan karyawan.  Jangan hingga terlibat riba dengan bank, lintah darat, rentenir, dan kawan-kawan.

Dengan menerapkan hal di atas maka biaya produksi bisa sangat kecil sekali sehingga konsumen simpulan bisa menikmati harga materi makanan yang amat sangat terjangkau.  Selain itu swasembada pangan bisa tercapai dengan sangat mudah karena menitikberatkan pada sistem intensifikasi pertanian.  Para pelaku agribisnis yang menggunakan metode lama (konvensional) dibantu untuk mengubah sistem bisnisnya sehingga bisa juga turut menikmati kesejahteraan yang maksimal, tidak hanya bagi pemilik usaha saja namun juga dengan para buruh tani.

Sedikit melibatkan uang dalam produksi namun hasil simpulan yang didapat bisa sangat luar biasa karena dapat menurunkan harga materi makanan, mensejahterakan seluruh pelaku agrobisnis menyerupai di negara kaya Eropa, swasembada pangan, memperkaya gizi dan higienitas materi pangan, menyerap milyaran tenaga kerja lokal (WNI) dan tenaga kerja gila (WNA), meningkatkan kualitas SDM baik dari sisi kecerdasan, keterampilan, akhlak, keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan SWT.

2. Beralih Ke Makanan Pengganti / Substitusi

Agar orang mau mengganti makanan yang dimakannya selama ini dengan makanan lain salah satu caranya yakni dengan menciptakan banyak sekali makanan berat gres yang dibuat dari bahan-bahan murah, mudah diproduksi secara masal, mudah diolah, rasanya enak, harganya murah, sehat, bergizi dan juga mengenyangkan.  Jika hal tersebut terjadi maka orang tidak akan sungkan-sungkan lagi mengganti kebiasaan makannya selama ini dengan kebiasaan makan gres karena lebih menyenangkan.  Walhasil materi makanan pokok akan turun permintaannya sehingga harga pun akan turun.

3. Memberi Makan Fakir Miskin

Pada tahap awal sisihkan sebagian materi makanan yang dihasilkan untuk diberikan kepada orang-orang miskin yang hidupnya serba kekurangan.  Berikan makakan dalam bentuk makanan segar jadi yang enak, bergizi tinggi, halal, toyib, cukup, dan gratis di dapur-dapur umum dengan berafiliasi dengan masyarakat sekitar.  Langkah berikutnya setelah orang-orang miskin kenyang dan hidupnya mulai hening karena tidak lagi memikirkan makanan yakni mempekerjakan orang-orang miskin yang memenuhi syarat.  Yang tidak memenuhi syarat diberikan pembinaan dan pelatihan biar bisa meningkatkan kesejahteraan hidupnya sambil terus diberi makan gratis berkualitas tinggi hingga bisa mandiri.  Pemberian makan gratis secara cuma-cuma pada orang miskin dalam jumlah besar dapat mengurangi ajakan materi pangan sehingga harga-harga materi pangan pokok akan turun.

4. Menggunakan Alat Tukar Asli

Uang yang kita gunakan sehari-hari yakni bentuk alat tukar gres yang punya banyak kelemahan sehingga nilainya dapat turun terus-menerus.  Contohnya yaitu uang seribu rupiah di tahun 70an bisa untuk mentraktir beberapa orang makan-makan enak, sedangkan dikala ini uang seribu rupiah dikala ini mungkin hanya bisa dibelanjakan satu atau beberapa butir permen yang tidak mengenyangkan.  Di masa lalu orang menggunakan emas, perak dan benda berharga lain untuk bertransaksi sehingga nilai alat transaksi tidak mengalami penurunan nilai.  Dengan memakai alat transaksi yang asli maka kita tidak akan lagi menemukan inflasi dan materi pangan akan menjadi stabil dan sebagian bisa ada yang terkoreksi turun harganya.

5. Operasi Pasar Sedekah

Ketika suatu kawasan mengalami kenaikan harga atas suatu komoditas materi makanan maka salah satu cara untuk menurunkannya yakni dengan melaksanakan operasi pasar.  Dalam hal ini operasi pasar dilakukan dengan menunjukkan materi makanan pokok yang harganya melambung kepada orang-orang miskin secara gratis.  Di lain pihak pasar dikirimi materi pangan dari kawasan yang harganya rendah dalam jumlah besar sehingga harga akan secara otomatis terkoreksi turun.

6. Perbaikan Sistem Distribusi

Saat ini banyak materi pangan yang kelebihan produksi di suatu tempat namun sulit untuk didistribusikan karena tidak menguasai teknik distribusi yang baik, modern dan efisien.  Berbagai jenis buah, sayur dan materi makanan lain dari negara lain yang jauh jaraknya saja bisa dijual murah di Indonesia.  Mengapa tidak demikian dari daerah-daerah yang ada di dalam negeri.  Padahal kalau sistem distribusi bisa diperbaiki maka harga materi makanan bisa lebih murah karena ada pasokan dari daerah-daerah yang jauh yang mungkin kualitasnya lebih baik dalam jumlah besar.

—–

Itulah beberapa hal yang dapat menurunkan harga materi pangan yang begitu diharapkan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.  Jika memang kondisinya pemerintah belum bisa melakukannya maka sudah sepentasnya orang yang bisa untuk melakukannya.  Karena makanan pokok bisa menyangkut nyawa orang-orang yang membutuhkannya.  Ketika makanan tidak terbeli maka yang dimakan bisa sesuatu yang tidak baik untuk dimakan atau tidak makan sama sekali sehingga seseorang bisa meninggal dunia karenanya.  Itulah mengapa kita diwajibkan Tuhan SWT untuk memberi makan orang miskin serta melaknat orang-orang yang melarang menunjukkan makanan pada orang-orang miskin.  Kurang lebihnya mohon maaf dan semoga goresan pena ini bisa membawa kebaikan untuk kita semua.