Cara Mendapatkan Nomor Porsi Haji / Cara Daftar Haji

Pergi haji yakni suatu kewajiban yang sangat wajib untuk dilakukan oleh setiap orang islam apabila sudah memiliki kemampuan untuk melakukannya.  Berhaji yakni salah satu rukun dari rukun islam di samping dua kalimat syahadat, sholat, puasa dan zakat.  Berarti jikalau seseorang telah bisa pergi haji namun tidak mau melakukannya dengan aneka macam alasan maka orang tersebut mungkin bisa dianggap belum tepat keislamannya.  Ada hadist lemah yang menyatakan bahwa orang yang tidak pergi haji ketika sudah bisa maka jikalau meninggal dunia akan dianggap sebagai yahudi atau nasrani.

Kaprikornus apabila dikala ini kita telah memiliki uang yang cukup untuk mendaftar haji dan mempunyai badan yang sehat atau kira-kira besar lengan berkuasa untuk melaksanakan ibadah hajinya orang sakit, maka kita harus segera berangkat haji.  Namun alasannya aturan haji di negara kita tidak merekomendasikan kita untuk berangkat sendiri dan berhaji begitu saja, maka kita sebaiknya mengikuti aturan tersebut biar terhindar dari aneka macam hal yang tidak diinginkan.  Aturan yang ada mengharuskan kita untuk mendaftar haji terlebih dahulu di Kementrian Agama untuk menerima antrian pergi haji (waiting list) atau nomor porsi haji.
Cara Mendapatkan Nomor Porsi Haji / Nomor Antrian Pergi Haji :
1. Membayar Uang Muka Haji
Langkah awal yang harus dilakukan untuk menerima nomor porsi haji yakni dengan membuat rekening bank khusus untuk pergi haji.  Setelah rekening haji dibuat maka anda tinggal menyetorkan sejumlah uang tertentu untuk melunasi biaya awal pergi haji.  Untuk tahun 2014 ini di suatu bank tertentu mensyaratkan minimal harus ada saldo minimal Rp. 25.100.000,- untuk bisa menerima nomor porsi haji.  Tentu saja dana sebesar itu tidak harus disetor sekaligus, namun bisa ditabung sedikit demi sedikit sesuai dengan kemampuan.  Uang yang telah masuk ke rekening haji tidak dapat diambill dengan alasan apa pun.  Setelah dana terkumpul maka anda bisa menerima legalisir fotokopi buku tabungan anda sebagai syarat untuk mendaftar haji di kementerian agama atau dulunya kita kenal sebagai departemen agama.
2. Mengurus Haji di Kementerian Agama Setempat
Tahap pengurusan haji selanjutnya yakni dengan mendatangi kantor wilayah kementerian agama di wilayah kita masing-masing.  Kita juga diwajibkan membawa ktp asli, buku tabungan haji yang asli, surat keterangan sehat dari puskesmas, klinik atau rumah sakit yang asli, legalisir buku tabungan, foto kopi ktp (kertu tanda penduduk) di atas kertas ukuran a4 biar tidak berceceran dikala diarsipkan, fotokopi akte kelahiran, fotokopi kartu keluarga (kk), fotokopi surat nikah, fotokopi ijazah terakhir.  Sebaiknya siapkan lima rangkap untuk berjaga-jaga.  Siapkan juga foto diri kita aneka macam ukuran dalam jumlah yang cukup untuk berjaga-jaga.  Dengan berjaga-jaga maka mudah-mudahan kita tidak disuruh pulang lagi untuk membawa bukti persyaratan yang kurang.  Dikhawatirkan berbeda kantor wilayah berbeda syarat yang diharapkan untuk mengurus pergi haji.
3. Mendapatkan Nomor Porsi Haji di Bank
Setelah menerima formulir pendaftaran yang sah dari kementrian agama maka selanjutnya yakni mendatangi bank untuk menerima nomor porsi haji sebagai bukti kita mengantri ibadah haji.  Bawalah formulir yang didapat dari kemenag tadi ke bank beserta foto sejumlah yang diinformasikan dikala berada di kemenag.  Di bank kita diharuskan bertanda tangan berkas-berkas yang ada dan karenanya kita akan diberikan nomor porsi haji.
4. Mengantarkan Berkas Nomor Porsi ke Kementerian Agama
Ada lembaran nomor porsi dari bank yang harus kita bawa kembali ke kementerian agama.  Setelah menyetorkan berkas dokumen tersebut maka selesai sudah proses pengurusan pendaftaran haji tahap awal guna menerima nomor porsi haji yang sah.
5. Menunggu Informasi Selanjutnya dari Bank dan Kementerian Agama Republik Indonesia
Selanjutnya yakni menanti giliran kita untuk pergi haji.  Jika telah mendekati giliran kita maka pihak bank atau kementerian agama akan menghubungi kita.  Nantinya kita akan diminta untuk melaksanakan proses pendaftaran haji lebih lanjut serta melaksanakan pelunasan biaya pergi haji sesuai tarif naik haji yang berlaku dikala itu.  Dengan demikian kita sebaiknya tetap menabung biar dikala giliran kita tiba kita sudah bisa melunasi biaya haji tersebut dengan mudah dan cepat.  Siapkan pula paspor resmi yang merupakan syarat utama untuk bepergian ke luar negeri.  Setelah selesai maka mudah-mudahan dalam jangka waktu yang tidak lama bisa pergi haji ke Baitullah Mekah Arab Saudi.  Jadikan haji kita sebagai haji yang mabrur alasannya mungkin kita tidak akan punya kesempatan lagi untuk beribadah haji di masa mendatang.  Selamat berjuang!