Cara Membuat Pajak Penghasilan Pribadi Menjadi Nol/Nihil

Setiap tahun kita diwajibkan untuk membuat laporan atas penghasilan kita selama satu tahun.  Dari laporan tersebut akan diketahui berapa pajak penghasilan yang sudah kita setorkan dan yang belum kita setorkan ke pemerintah yang menguasai negara kita.  Begitu pun juga dengan laporan pajak tahun-tahun sebelumnya yang belum dilaporkan juga harus turut dilaporkan segera semoga tidak dikenai sanksi yang lebih berat.

Sebenarnya kita mampu menghindari pengenaan pajak penghasilan pada diri kita sendiri.  Cara yang paling mudah yaitu dengan mengundurkan diri dari pekerjaan yang selama ini menjadi sumber ladang penghasilan pribadi.  Cara lain yang tidak terlalu ekstrim yaitu dengan bekerja di daerah yang memperlihatkan penghasilan yang kecil, yaitu penghasilan yang jumlahnya di bawah penghasilan tidak kena pajak atau disingkat PTKP.  Jumlah besaran PTKP ketika ini kurang lebih sekitar dua jutaan rupiah perbulan yang bervariasi tergantung jumlah tanggungan keluarga yang kita miliki.

Namun cara tersebut sangat bertentangan dengan sifat insan yang berupaya mencari penghasilan yang sebesar-besarnya walaupun dengan semakin besarnya penghasilan maka pajak penghasilan  yang harus dibayarkan ke pemerintah turut menjadi besar pula.  Yang mampu melaksanakan hal tersebut biasanya tanpa persoalan yaitu menyerupai ibu rumah tangga, pekerja paruh waktu, pekerja freelance, dan lain-lain.

Jika ingin menerima penghasilan besar tanpa terkena pajak penghasilan perorangan langsung pasal 21, 25, 29, dan kawan-kawan maka kita harus bekerja di daerah bekerja yang memperlihatkan penghasilan dalam bentuk uang yang di bawah PTKP namun memperlihatkan penghasilan lainnya dalam bentuk non uang yang dapat membuat sejahtera dan bahagia.  Penghasilan non uang atau natura akan jauh lebih baik lagi kalau dimiliki atau diproduksi oleh kantor atau perusahaan daerah bekerja sehingga tidak dapat diketahui berapa nilainya.  Para penarik pajak akan kesulitan untuk menetapkan pajak yang tidak berbentuk uang dan yang sulit ditentukan nilai perolehannya.  Penarik pajak lebih suka memotong penghasilan yang berbentuk uang atau angka digital perbankan dari gaji, upah, honor, tunjangan, bonus, dan lain sebagainya.

Misalnya perusahaan memperlihatkan akomodasi rumah, akomodasi kendaraan, akomodasi pendidikan, akomodasi kesehatan, akomodasi rekreasi, akomodasi makanan, akomodasi minuman, akomodasi hiburan, akomodasi energi, akomodasi sosial, akomodasi pakaian, akomodasi komunikasi, dan lain sebagainya secara gratis kepada para pegawainya.  Segala pemenuhan kebutuhan pegawai disediakan dan diproduksi oleh perusahaan.  Para pegawai hanya diberi penghasilan berbentuk uang yang setara dengan upah minumum provinsi / regional (UMP / UMR).  Dengan demikian mungkin kita mampu membebaskan diri kita dari pajak penghasilan (PPh) yang dibebankan oleh pemerintah.