Cara Membuat Jadwal Pelajaran untuk Menghadapi SBMPTN

Bagi siswa-siswa yang ingn masuk universitas, ada beberapa tantangan yang perlu dihadapi, salah satunya yaitu tantangan dalam membagi waktu mencar ilmu guna menghadapi seleksi masuk universitas.

Sebagaimana kita ketahui, bahwa sebagian besar dari para calon penerima tes SBMPTN dan Ujian Mandiri tahun depan, ketika ini masih duduk di kursi kelas 12 yang notabene berhadapan dengan jadwal sekolah yang sangat sibuk. Sementara disisi lain ada sebagian calon penerima SBM dan UM yang mana sebelumnya gagal dan berniat ingin mengikuti kembali juga disibukkan dengan kegiatan-kegiatan kemahasiswaan.

Di balik aneka macam macam kesibukan ini, selalu timbul pertanyaan dari para calon mahasiswa :

“Bagaimana caranya membagi waktu untuk mencar ilmu SBMPTN & Ujian Seleksi Mandiri di tengah-tengah kesibukan kelas 12 / perkuliahan?” – calon penerima tes SBMPTN & UM.

Sebelum memulai mencar ilmu ada kalanya kita merencanakan terlebih dahulu apa yang hendak mita pelajari sobat, berikut yaitu langkah-langkah apa saja yang harus kita lakukan sahabat :

Bagi sahabat yang ingin lebih intensif lagi mencar ilmu untuk SBMPTN, sahabat mampu cek link ini Ruangguru.com, terdapat promo untuk persiapan intensif SBMPTN bagi sobat-sobat dengan guru privat yang siap membantu sahabat kapan saja dimana saja. Paket ini termasuk dengan sesi mencar ilmu privat, tryout SBMPTN, serta konseling jurusan bagi anak dan orang tua.

LANGKAH 1: Telusuri Sebanyak Apa Bahan Materinya

LANGKAH 2: Buatlah PAKET BELAJAR berdasarkan Topik Materi

Cara Membuat Jadwal Pelajaran untuk Menghadapi SBMPTN
LANGKAH 3: Fokus Penyelesaian Paket Belajar dengan Target Mingguan

Oke setelah sahabat bikin paket-paket belajar, sahabat jadi tau betul ruang lingkup kegiatan yang sahabat akan lakukan. sahabat juga udah mampu kebayang kira-kira kegiatannya akan ibarat apa: mampu jadi pendalaman materi, bikin rangkuman/mind-map, latihan soal, atau try out mandiri. Dengan bikin paket belajar, sahabat juga mampu estimasi kira-kira berapa lama waktu yang sahabat butuhkan dalam menyelesaikan paket mencar ilmu tersebut. Bisa jadi 60 menit, 90 menit, 120 menit, terserah kapasitas dan waktu luang sahabat sendiri.

Nah, setelah sahabat membedah daftar kegiatan yang mau sahabat jalani, langkah selanjutnya yaitu plotting kegiatan-kegiatan tersebut menjadi target mingguan. Sampai di sini sahabat harus hati-hati, jangan hingga ujung-ujungnya jadi terjebak dalam sistem timetable lagi. Terus bagaimana semoga plotting kegiatannya tidak terpaku pada orientasi waktu? Berikut yaitu beberapa hal yang perlu sahabat cermati:

A. Jangan Terlalu Strict terhadap Waktu.

Dalam proses organizing kegiatan , jangan taruh janji sahabat pada ‘waktu’, tapi taruh janji pada ‘kegiatan’. Artinya apa? Ketika sahabat punya target ‘Paket Belajar’ yang harus dikerjakan dalam 1 minggu, sahabat GAK PERLU plotting bahwa paket Matdas-I harus dikerjakan hari Senin, atau paket mencar ilmu Matdas-II & III dikerjakan hari Rabu, lengkap dengan jam, menit, detik. Jangan ibarat itu. Kalau lo lakukan itu, ujung-ujungnya jadi sistem time-table lagi.

Makara gimana dong? Bikin aja daftar paket mencar ilmu yang mau sahabat capai dalam seminggu, tanpa  harus terbebani kapan sahabat harus mengerjakan itu.

Kesannya ini sepele, tapi begitu sahabat ga dibebani oleh jadwal yang mengekang,  jadi lebih fleksibel dalam mengerjakan target mingguan tersebut. Ingat, taruh janji lu pada ‘kegiatan’, gimanapun caranya supaya target sahabat itu tercapai. Dalam prakteknya, sahabat mampu ngerjain paket mencar ilmu itu kapanpun sahabat merasa NYAMAN mengerjakannya.

Bisa jadi sahabat lebih nyaman nyicil 2-3 hari sekali, atau mampu jadi sahabat kebut semua di selesai minggu, terserah gimana lo NYAMAN & lagi MOOD untuk belajar. Ketika lo punya otonomi, punya keleluasaan, punya fleksibilitas, saya yakin mencar ilmu jadi lebih efektif dan enjoy. Gak kerasa terus dikejar-kejar oleh waktu/deadline.

Apalagi kalau paket mencar ilmu yang sahabat susun sebelumnya udah disertai dengan estimasi durasi waktu. Wah makin fleksibel lagi deh sahabat mampu menyesuaikan jadwal mencar ilmu dengan waktu luang sobat!

Supaya sahabat lebih kebayang, saya kasih gambaran simpelnya ibarat gambar ini:

Cara Membuat Jadwal Pelajaran untuk Menghadapi SBMPTN
Wah terus kalo misalnya ga berhasil mencapai target mingguan gimana dong? Ingat prinsip ini:

“Tujuan bikin jadwal itu bukan untuk dijalani secara strict 100%, tapi untuk merancang acara yang terarah dimana penerapannya mampu terus kita EVALUASI secara berkala.”

Dengan prinsip di atas, ‘waktu’ bukan lagi jadi indikator yang harus ditaati, tapi hanya sebagai alat bantu untuk mengevaluasi sejauh mana sahabat udah menyelesaikan target kegiatan . Makara kalo sahabat misalnya ga mencapai target ahad sebelumnya, sahabat tinggal masukin aja ‘paket belajar’ itu jadi target suplemen di ahad berikutnya untuk ‘nebus dosa’. Sistem ini menurut saya jauh lebih mudah dan efisien daripada menggunakan sistem timetable yang cukup ribet memikirkan hari apa, jam berapa, dan lain sebagainya.

B. Ganti sistem kalender jadi sistem Countdown.

Dalam metode task-oriented, kita udah ga perlu lagi  memandang ‘waktu’ berdasarkan timetable kalender, tapi berdasarkan sistem ‘countdown’. Maksudnya gimana? Dalam konteksnya dengan SBMPTN misalnya, kita mampu melaksanakan target mingguan yang mana sudah saya illustrasikan pada gambar sebelumnya. sahabat mampu lihat terdapat kolom dengan warna kuning bertuliskan W-37, W-36. Itulah yang saya maksud dengan sistem countdown.

Sistem countdown ini bukan saja lebih simpel, tapi juga mampu jadi ‘alarm’ yang ampuh untuk mengevaluasi sejauh mana sahabat udah progress dalam belajar. Terkadang kalau orang berpikir dengan perspektif kalender, suka tidak akurat hasil perhitungannya:

“Ah masih bulan (misalnya) Januari ini, masih lama kok SBMPTN…Nanti belajarnya dikebut belakangan aja”

Padahal kalo pakai sistem countdown, kita mampu lihat secara akurat bahwa awal Januari 2017 itu udah W-20 SBMPTN. Berarti kita hanya memiliki waktu sekitar 20 ahad lagi hingga pada hari ujian SBMPTN. Dengan pakai sistem countdown, sahabat jadi lebih awas dalam melihat progress sudah sejauh mana kesiapan sobat.

C. Rancang Penempatan Aktivitas (Paket Belajar) secara Terencana.

Inget pesan saya sebelumnya, jangan merancang jadwal mencar ilmu yang bikin otak kita overload sebab kita memaksakan terlalu banyak info yang masuk dalam waktu singkat. Belajar untuk seleksi masuk universitas tidak sama dengan mencar ilmu harian disekolah yang mana kalau disekolah biasanya untuk pergantian jam pelajaran cukup cepat. Na ini jangan disamakan ya antara keduanya.

Pertanyaan dalam ujian SBMPTN itu sangat menguji konsep pemahaman kita, banyak pertanyaan jebakannya, dan tipe soalnya sangat bervariasi. Makara untuk belajarnya harus sangat mendalam, jangan ganti bahan jikalau bahan sebelumnya belum benar-benar dipahami atau dikuasai konsepnya secara detail.

Oleh sebab itu, saya langsung menyarankan semoga sahabat mampu merancang jadwal mencar ilmu sahabat untuk fokus pada 1 pelajaran (atau maksimal 2 deh) dalam seminggu penuh, gres kemudian ahad depannya masuk ke pelajaran lain. Sobat mampu lihat kembali illustrasi yang saya tampilkan di atas, pada W-37 saya fokuskan pada pelajaran Matdas, pada W-36 fokus pada TPA, ahad berikutnya W-35, balik lagi ke Matdas, dst… Dengan begitu, sahabat jadi lebih fokus mencar ilmu pada 1-2 pelajaran secara mendalam hingga memahami konsepnya dengan matang.