Cara Memandikan Jenazah dan Syarat Wajibnya

Setiap orang pasti bakal mengalami yang namanya kematian. Tapi kita tahu kapan ajal tersebut menjemput kita, itu semua yaitu diam-diam Allah. Untuk itu, selagi kita masih hidup maka kita harus terus berbuat kebaikan sebagai bekal kelak kita di akhirat.

Pada artikel ini saya mau menyebarkan kepada kalian semua mengenai cara memandikan jenazah yang sesuai syariat islam. Dengan begitu, kita sebagai muslim mengerti bagaimana cara memperlakukan orang yang telah meninggal.

Didalam islam ada yang namanya perawatan jenazah. Ya setiap muslim wajib hukumnya untuk mengurus orang yang meninggal dunia atau jenazah, apalagi kalau yang meninggal itu termasuk seorang muslim juga, maka kewajiban kita sebagai seorang muslim juga wajib untuk mengurusnya menyerupai memandikannya, mengafani, menyalati dan juga menguburkannya. Tapi sebelum itu, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mayit dimandikan, dikafani atau dikuburkan.

Tata Cara Memandikan Jenazah yang Baik dan Benar

Perawatan Jenazah

Apabila sesorang telah dinyatakan positif meninggal, maka kita harus melakukukan beberapa hal sebagai berikut:

  1. Pejamkan matanya dan mohon ampun kepada Tuhan SWT atas dosa yang telah diperbuatnya dikala hidup didunia.
  2. Tutuplah seluruh anggota tubuhnya dengan kain yang suci supaya auratnya tidak terlihat.
  3. Letakkan mayit pada daerah yang aman.

Nah sebelum kita mempelajari tata cara memandikan jenazah, kita harus mengerti syarat-syarat wajib memandikan mayit dan siapa yang berhak memandikan jenazah.

Syarat-Syarat Wajib Memandikan Jenazah

  1. Jenazah tersebut orang islam, tidak peduli apapun alirannya, mazhab, ras, suku atau profesinya.
  2. Didapati tubuhnya walaupun sedikit.
  3. Bukan mandi syahid.

Yang Berhak Memandikan Jenazah

  1. Apabila jenazahnya laki-laki, maka yang boleh memadikannya yaitu laki-laki, istri atau perempuan yang masih mahramnya.
  2. Apabila jenazahnya perempuan, maka yang boleh memandikannya yaitu perempuan, suami atau laki-laki yang masih mahramnya.
  3. Apabila yang meninggal yaitu istri, maka yang berhak memandikannya yaitu suami meskipun mahramnya juga ada.
  4. Apabila yang meninggal yaitu suami, maka yang berhak memandikan yaitu istri meskipun mahramnya juga ada.
  5. Kalau yang meninggal anak kecil baik laki-laki atau perempuan, maka laki-laki atau perempuan boleh memandikan keduanya.

Cara Memadikan Jenazah menurut Syariat Islam

Memandikan mayit tidak boleh sembarangan, ada tata cara memandikan mayit yang benar. Berikut tata caranya:

  1. Dimandikan di daerah yang tertutup biar tidak ada orang lain selain yang memandikan yang melihat mayit tersebut.
  2. Mayat diletakkan di daerah yang agak tinggi, menyerupai diatas meja panjang.
  3. Jenazah dipakaikan kain basahan menyerupai sarung biar auratnya tidak terbuka.
  4. Mayat didudukkan atau disandarkan, kemudian perutnya ditekan biar kotorannya semua keluar, orang yang memandikan diperbolehkan untuk menggunakan sarung tangan dan wangi-wangian. Membersihkan dengan tangan kiri.
  5. Setelah itu, bersihkan lisan dan giginya.
  6. Membersihkan semua kotoran atau najis yang masih menempel pada tubuh jenazah.
  7. Diwudhukan, kemudian seluruh badannya dibasuh.
  8. Disunahkan membasuh tiga hingga lima kali.

Dalam memandikan mayat, udahakan untuk menggunakan air dingin, kecuali kalau udara sangat cuek atau ditubuh mayat tersebut terdapat kotoran yang sulit dihilangkan maka boleh mnggunakan air hangat.

Nah sekian artikel dari saya mengenai cara memandikan jenazah, semoga bermanfaat dan apabila ada salah-salah kata, itu datangnya dari saya dan saya mohon maaf sebesar-besarnya.