Cara Adopsi Anak Tanpa Izin Pengadilan/Pemerintah Mudah & Cepat

Jika anda mempunyai sebuah keluarga yang tidak dikaruniai anak oleh Tuhan, maka salah satu solusi yang sempurna untuk mempunyai anak di dalam keluarga yaitu dengan cara mengadopsi anak.  Mengadopsi anak secara prosedural di indonesia memang cukup sulit sebab harus berafiliasi dengan pengadilan dan yayasan yang memiliki wewenang untuk memperlihatkan izin adopsi.  Dengan begitu tidak semua keluarga tanpa anak akan dapat mengadopsi anak dengan mudah dan cepat tanpa suatu kendala apa pun.

Ada suatu cara adopsi yang legal, aman dan tidak akan membawa problem hukum apa pun di kemudian hari kalau dilakukan oleh seseorang.  Caranya cukup mudah yaitu dengan mengadopsi anak dari orang yang masih mempunyai kekerabatan keluarga.  Coba anda telusuri kembali silsilah keluarga anda dan pasangan anda (suami / isteri).  Cobalah mencari anggota keluarga yang memiliki problem keluarga, ibarat miskin, terlalu banyak anak, hidup di desa, bosan mengurus anak sendiri, dan lain sebagainya.

Setelah anda menemukan keluarga anda yang memiliki problem internal keluarga maka langkah selanjutnya yaitu melaksanakan pendekatan dengan anggota keluarga anda tersebut yang merupakan orangtua kandung dari anak yang ingin anda adopsi.  Tawarkanlah derma untuk mengurus, mendidik, membina, menyekolahkan, menguliahkan, membahagiakan, mensejahterakan, dan banyak sekali kebaikan lainnya kepada anaknya kalau anaknya diizinkan untuk tinggal bersama dengan anda.  Yang pasti anda harus yakin bahwa anda bisa untuk melaksanakan hal yang anda janjikan tadi.  Anda pun juga harus bersedia mempertemukan atau bahkan mengembalikan anak tersebut kepada orangtuanya kalau sewaktu-waktu diminta.

Jika tidak ada masalah, maka anda akan menerima izin dari sanak famili anda tersebut untuk membawa si anak ke rumah anda.  Namun kalau si anak tidak mau maka usaha anda  berarti gagal.  Mungkin diharapkan pendekatan terlebih dahulu dengan si anak sebelum di bawa pulang ibarat sering mengajak jalan-jalan dan menginap di rumah anda bersama orangtua si anak.  Setelah si anak cukup erat dengan anda, maka kemungkinan besar si anak akan mau menetap di rumah anda secara permanen.  Untuk anak yang berusia di bawah dua tahun mungkin tidak membutuhkan pendekatan yang seintensif anak yang lebih besar.

Setelah anak tersebut berhasil anda bawa ke rumah, maka selanjutnya yaitu melaksanakan komitmen anda yang telah anda sampaikan kepada orang renta si anak.  Anda harus menganggap anak tersebut ibarat anak sendiri dengan panggilan anak kepada anda ibarat panggilan anak kepada orangtuanya namun berbeda dengan panggilan ke orangtua kandungnya.  Anda harus siap menghadapi segala kenakalan dan kejelekan dari si anak selama mengasuhnya.  Jangan lupa untuk mengenalkan si anak kepada para tetangga dan bawah umur di sekitar daerah tinggal anak.  Apabila anda masih bisa menambah anak adopsi, maka anda bisa melaksanakan cara ini lagi berkali-kali selama anda mampu.  Saya rasa dititipkan anak oleh orang yang masih saudara sendiri yaitu hal yang diperbolehkan oleh baik secara hukum, agama, maupun secara budaya di negara kita.  Selamat mencoba dan biar berhasil memboyong seorang anak yang anda idam-idamkan selama ini.