BERAGAM Jenis Wayang Yang Lahir Di Indonesia

Perpustakaan Cyber (26/3/2015) – Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan seni dan budaya. Sehingga wajar bila banyak warisan budaya insan Indonesia yang terdaftar di UNESCO, salah satunya yakni wayang. Keberadaan wayang berkembang pesat khususnya di tanah Jawa. Penikmat wayang juga disuguhkan banyak jenis wayang, sehingga perkembangan wayang semakin semarak. Wayang golek, wayang kulit, wayang beber dan sebagainya yakni beberapa inovasi wayang yang memperkaya seni budaya di Indonesia. Di dalam sebuah pertunjukan wayang segala aspek akan terlibat. Setidaknya ada sekitar 7 aspek yang akan terlibat sekaligus, diantaranya seni mendongeng atau bercerita,seni lukis atau seni tatah, seni pagelaran, seni suara, seni tari, seni karawitan dan seni sastra. Apa saja jenis wayang yang berkembang di Indonesia?

  1. Wayang Kulit terbuat dari kulit kerbau pilihan dengan teknik pahatan dalam pembuatannya. Setidaknya dibutuhkan lembaran kulit seluas 50 x 30 cm guna menghasilkan satu abjad wayang. Lembaran kulit kerbau dibentuk sesuai abjad yang ingin ditampilkan dengan pertolongan alat pahat dari besi dan baja kualitas tinggi. Membuat satu abjad wayang akan memakan banyak waktu alasannya akan melalui 10 kali proses. Sehingga ekstra tabah dan ketelitian sangat diperlukan.
  2. Wayang Golek terbuat dari kayu dengan desain tiga dimensi. Ukiran kayu ditampilkan sangat detail, sehingga membentuk abjad yang diambil dari kisah Ramayana dan Mahabharata. Wayang ini menampilkan suguhan berbeda alasannya terlihat lebih hidup. Badan, tangan dan kepalanya mampu digerakkan, sehingga terkadang mengundang tawa alasannya tingkah lucu wayang tersebut. Sedangkan jenis wayang lainnya biasanya hanya bab tangannya saja yang mampu digerakkan.
  3. Wayang Rumput dibuat dari rumput  dan dibentuk layaknya wayang. Tidak menyerupai jenis wayang kulit dan wayang golek, wayang rumput tidak melalui proses pahatan dalam pembuatannya. Karena materi dasarnya hanya rumput mendong yang dibentuk layaknya badan manusia. Wayang ini juga sering disebut sebagai wayang suket, suket berarti rumput dalam bahasa Jawa. Permainan wayang ini biasa digunakan dalam memberikan kisah perwayangan pada anak kecil di tempat Pulau  Jawa. Meskipun terlihat sederhana, tapi tetap menarik dan unik dibawakan oleh sang dalang. Cara pembuatan wayang suket dengan merendam rumput sampai layu, kemudian dipukul-pukul agar lebih pipih. Setelah itu gres mampu menganyam rumput menjadi tokoh wayang yang diinginkan. Butuh keahlian khusus guna merangkai wayang dengan rumput mendong ini.
  4. Wayang Kardus dibuat dari kardus bekas membentuk abjad wayang kulit. Meskipun jarang ditemukan tapi masih ada orang yang menekuni wayang kardus ini, bahkan sejumlah pertunjukan wayang akrdus masih sering digelar.
  5. Wayang Beber memanfaatkan kain mori sebagai media pertunjukan wayang. Kesenian wayang ini lahir di Pacitan, sayangnya keberadaannya mulai mengalami kepunahan. Jenis wayang ini tidak memiliki bentuk secara dua dimensi dan tiga dimensi. Karena wayang digambarkan dalam kain mori, sehingga tidak mampu digerakkan menyerupai jenis wayang lainnya. Dalang akan menceritakan lukisan yang dibentangkan sesuai gambar yang ditampilkan dengan urutan dan kisah yang menarik. Media kayu kecil digunakan oleh dalang guna menunjuk gambar saat bercerita. Dengan kayu berukuran satu meter, dalang akan membimbing penonton menikmati kisah yang disuguhkan.
  6. Wayang Wong atau Wayang Orang disajikan menyerupai drama tari. Berbeda dengan jenis wayang lainnya yang menggunakan media kayu, kulit, kain dan sebagainya. Wayang ini diperankan pribadi oleh orang berlatar kisah Ramayana dan Mahabharata. Pada awalnya suguhan kesenian ini hanya mampu dinikmati oleh kalangan bangsawan. Sejak tahun 1922 kesenian wayang orang mampu dinikmati masyarakat umum. Sehingga banyak tercipta sanggar atau kelompok wayang orang. Sayangnya saat tahun 1980-an, kesenian ini mulai ditinggalkan para penggemarnya jawaban serbuan budaya asing.


Sumber http://www.nafiun.com/