Bawean Lagi, Catatan Trip Backpacker 18-21 November 2016

Kring.. kring.. kring..
Gue terbangun.

Alarm pagi di tgl 18 bulan Nov 2016 gue berbunyi. Ada sesuatu yang akan saya jalanin di tgl itu.. Adalah “Open Trip Backpacker Bawean 18-21 November 2016“.

Berawal dari kisah Backpackeran saya ke Bawean yang mampu di bilang menginspirasi banyak orang jadi pengen ke Bawean.. sihhh (Pede lu dhe).

Ya, alasannya yaitu berkat Google konten Backpackeran saya mampu masuk di halaman depan Google.

Pusing ya bahasanya… sama gue juga..

Oke skip saja,,  dari sekian puluh orang yang kontak saya supaya mampu liburan ke Bawean ada 4 orang yg serius.
– Om Eka dari jakarta
– Bu Dewi dari solo
– Om riki dari Bandung
– Om Aris dari Banjarnegara

Saya panggil Om dan Ibu alasannya yaitu usia mereka jauh diatas saya.. 😀

Artikel Terkait :

Memang Bawean ini mampu menjadi pilihan Favorit yang suka jalan-jalan.
Dengan aneka macam pertimbangan saya putuskan untuk tetap berangkat walaupun saya sendiri.

Sehari sebelumnya saya sudah cek ombak dan call org2 di Bawean dan ternyata alhamdulillah aman.

Jumat petang kita berlima sudah berkumpul di Pelabuhan Gresik.  Ya alasannya yaitu Meponya di sini. Bagi yang belum tau dimana Pelabuhan Gresik mampu baca disini.

Rencananya kita naik Kapal Ferry Giliiyang. Jam 8 malam kita sudah stay di depan kapal. Tak lama penumpang di perbolehkan masuk ke atas Dek kapal dan kita pun masuk.

8 jam kita lalui.. naik kapal yang Gede ini. Pukul 5 pagi matahari sudah nampak.. dan sekitar jam setengah 7 pagi kita sudah mampu turun Kapal.

Turun d kapal kita di jemput Bapak Hotel dan disitu juga kita sudah di sediakan Sepeda Motor untuk mengelilingi P. Bawean.

Jam 8 sudah siap semua kita Lanjutin trip dan kita berharap semua spot di hari pertama ini lancar.

Inilah spot destinasi wisata yang kita dapat.

1. Penangkaran Rusa

Destinasi satu ini merupakan destinasi yang wajib bagi para pelancong yang ke Bawean. Kaprikornus saya selalu ajak mereka kesini.

Bukan hanya rusa yang enjoy ketika itu. . Peserta trip juga demikian. Yang awalnya jaim-jaiman kesannya mereka mampu lepas gila-gilaan. 😀

Selesai explore Penangkaran Rusa perjalanan dilanjut ke Tambak.

Di tengah jalan saya berhentikan rombongan, alasannya yaitu didepan saya ada terasering mengagumkan bawean. Sembari saya memotret.. eh Om riki dan Bu dewi uda manjat aja.

Manjat mangga maksudnya.. 😀
Karena bulan-bulan November yaitu musimnya mangga. Alhamdulillah pemiliknya berbaik hati kita disuru ambil sepuasnya.

Mungkin mereka berdua lagi pengen menunjukan fakta yang ada di Bawean.

Baca : Inilah Fakta yang Harus Diketahui Sebelum Backpackeran ke Bawean


2. Mayangkara Hill

Disini merupakan bukit terbaik untuk melihat keindahan pantai ria Bawean dari atas.

Dimana terdapat gradasi dari biru muda hingga biru laut.

3. Air Terjun Murtalaya

Kata om riki ini keren…

barunya kayak kerikil kecil kotak ditumpuk. Walaupun tingginya tak seberapa tapi gerojokan ini memiliki daya tarik sendiri bagi rombongan saya.


Rujakan dulu

Langit mulai mendung kita bergegas eksklusif ke Tanjung Ori. Di tengah jalan hujan turun dan saya ajak saja mampir di warung.

Kebetulan cuaca ketika itu panas hujan. Saya, om aris pun memesan Es Campur ditemani krupuk ikan Bawean.

Sedang om riki lagi mengupas Mangga hasil curian tadi…
#eh nyuri dulu gres izin kan 😀
Gpp halal kok om.

Bu Dewi dan om eka beli Rujak yang menambah nikmat siang itu.

Selepas makan kita eksklusif cabut.. eits tak lupa foto dulu di jembatan. Karena memang backgroundnya menyerupai di Amazon gitu.

Sesudah masuk Gapura kastoba hujan turun lagi.. lagi asik berteduh kita disuguhkan mangga manalagi diatas kita.

Sebelum saya ingin kasih tahu ke Bu dewi dan Om riki, eh mereka berdua ternyata sudah minta izin sendiri ke pemiliknya.

Balada Mangga Bawean masih berlanjut ternyata.. 😀

4. Danau Kastoba

Memarkirkan motor di bawah kita masih harus tracking 20 menit. Sesudah hingga Danau Kastoba pegal-pegal pun hilang.

Tepat jam setengah 1 siang kita sampai.

Eits jangan hingga gagal fokus ya lihat foto diatas.. Oya jika kalian ingin jam outdoor menyerupai saya cek nih di Lazada

“Danau ini kolam lukisan..  “ kata om aris.

Emang pantulan cahaya yang ke air danaunya kolam cermin jadi bayangan kita pun mampu terpantul.

Dan jika kita di spot lain Danau Kastoba ini mampu menyerupai Ranu Kumbolo yang ada di Semeru. Hawa magistical Danau Kastoba ini masih mampu saya rasakan (ahh lebay lu dhe … :D)

5. Air Terjun Putri

Letaknya yang berada di bawah Danau Kastoba mengharuskan kita mampir kesini.

Selain airnya segar di Air Terjun ini juga mampu kita buat renang.
Setiap kali saya kesini selalu ramai belum dewasa kecil berenang.

Nih.. fotonya..
Sampai kita kasi makan mangga juga lo 😀

6. Lapangan Terbang Bawean

Turun dari Kastoba kaki Bu dewi keram dan jari-jari kakinya bukan jadi 5 melainkan jadi 2 geng. 😀

Oleh alasannya yaitu itu spot yang harusnya kita tuju yaitu Gunung Sabu harus kita skip.

Karena trackingnya cukup membuat kita lelah dan juga memakan waktu lama.

Alhasil saya harus mencari alternatif spot lain sembari menunggu sunset yang rencananya akan kita lihat di Pantai Labuhan.

Oke, fix saya akan ajak rombongan ke Lapangan Terbang Harun Tohir Pulau Bawean.

Karena hari itu hari sabtu jadi lapangan ini kolam bisu.. tidak ada aktifitas apapun. Indikasi ada petugas yang jaga pun tidak ada.

Alhasil kita tidak mampu masuk ke landasannya.


7. Mercusuar Mottegi

Entah benar apa salah saya nulis. Namun nama ini biasa disebut orang Bawean.

Mercusuar ini lokasinya tak jauh dari Lapangan Terbang Bawean. Sebenarnya lokasinya tak sulit, namun jalanan yang masuk ke kampung dan bahkan tidak menyerupai jalan wisata.

Setelah bertanya-tanya sampailah di atas bukit. Sebelahmya ada mercusuar.

Ini merupakan pengalaman kali pertama saya ke Mercusuar Mottegi Bawean.

View dari atas bagus banget.. dari sini kita mampu melihat lekukan ujung barat Pulau Bawean.

Kalau kalian mau kesini saya harap berhati-hati ya alasannya yaitu Mercusuar ini sudah tidak terawat dan beberapa bab sudah ada yang korosi.

8. Pantai Labuhan

Selepas naik Mercusuar bersahabat Lapangan Terbang kita melihat matahari sudah agak turun.

Kita pun mencari spot untuk sunset di Pantai Labuhan. Namun sayang, sore itu sunset tidak sempurna di Pantai Labuhan.

Kemungkinan besar ada di kawasan Pulau Cina. Dan waktu pada sore itu langit sudah gelap jadi kalaupun kita kesana tidak keburu.

9. Air Panas Kepuh Legundi

Oya sebelumnya saya bertemu sobat saya bang gias. Dia pernah bertemu saya di Bawean sebelumnya.

Kecewa dengan sunset kita pun diajak mas yang hobi fotografer ini ke Kepuh Legundi. Kita diajak ke Air Panas Kepuh Legundi.

Ini juga kali pertama saya ke Air Panas ini.

Hari kedua

Badan capek sisa kemarin pun sudah lumayan hilang. Tadi malam setelah makan malam eksklusif ngrebahin tubuh ke kasur.

Di hari kedua ini tidak seberat hari pertama kemarin.. Dan rencananya kita akan ke Tanjung Gaang lalu explore Pulau Noko dan Pulau Gili.

Lumayan banyak waktu..

10. Tanjung Gaang

Jalanan yang ekstrem membuat kenangan ini tak terlupakan kata Om aris.

Mengingat jalanan menuju Tanjung Gaang ini sangatlah sukit. Kalau kalian lihat jalur offroad di Tv ya menyerupai itulah jalannya.

Namun disini kita harus bertahan dengan menggunakan motor matic.  Sesekali penumpang yang di belakang harus turun.. sambil olahraga ya om.. 😀

Sejam kita lewati sampailah di Tanjung Gaang. Beningnya air laut hingga kita mampu lihat aneka macam ikan yang begerombol.

View lautan lepas dengan landasan Karang membuat kita berlima terpesona.


11. Pulau Gili

Setelah kita dari Tanjung Gaang kita sarapan dulu.

Saya sudah pesankan Asem-asem kerapu dan tongkol Khas bawean. Hmm… segerrr..
Saking banyaknya hingga tidak habis.. hingga kita bungkus dan bawa ke Pulau Gili.

Di dermaga kita bertemu sobat saya yang akan menemani kita menuju Pulau Gili.

Sesampainya di Pulau Gili saya ajak jalan-jalan dan mengelilingi Pulau ini. Oya teman-teman saya ajak ke rumahnya pak Kholik.

Beliau mampu dikatakan menyerupai bapak sendiri.. kita dijamu dengan banyak cemilan dan makanan.

Kegokilan om riki pun mampu menghibur Keluarga Pak Kholik. Dan kita semua mampu terbahak-bahak walaupun agak garing.. hahahahahhaahha


12. Gili Noko

Cuaca sudah redup kita lanjut snorkling..
Yuhuu.. ini yang kita tunggu..
Kita snorkling 2 jam guys.

Bu dewi bagaikan Ikan Paus yang kembali ke habitatnya. Dia tidak mau naik ke kapal meskipun yang lainnya sudah kecapekan snorkling. 😀

Akhirnya Bu Dewi naik perahu juga tapi beliau masih belum capek.

Dilanjut kita menuju Pulau Gili Noko. .
Nanti kita akan explore spot foto di Pulau Noko ini hingga matahari terbenam.

Namun sayang, langit sore itu tertutup awan matahari jadi aib gitu tertutup awan.
Namun bagi saya bukan soal sunset yang mengagumkan atau apa.

Tapi mampu mensyukuri setiap ciptaan Yang Mahakuasa dan menikmati yang ada itu yang utama.

Sambil play lagu Payung Teduh “untuk perempuan yang dalam pelukan” saya nikmati sore itu diujung Perahu.

Rasanya hidup ini hening banget.. matahari sudah tak terlihat kita balik pulang.

Dan Gili Noko ini mengakhiri perjalanan trip backpacker saya dan rombongan di Bawean.
Hiks.. hiks…

Dan besok nya hari senin kita balik ke Gresik jam 9. Terima kasih banyak buat warga Bawean atas keramahan dan kemurahan hatinya.

Thanks juga Om riki, Om Eka, Om Aris, Bu Dewi atas partisipasinya dan tripnya juga lucu mengesankan.

Testimoni mereka perihal Bawean

Bu Dewi : Karang di Gili Noko ini juara.. saya belum pernah melihat seindah ini..
Bahkan menurut saya bagusan sini dari pada Lombok. .. Yeaaaayyyyyy

Om Aris : Spot favorit Bawean menurut saya yaitu Danau Kastoba. Danaunya bagaikan Lukisan..
Dan Bawean cocok buat kalian yang suka Backpacking.

Om Riki : Bawean juara.. semuanya indah. Tanjung gaang, Air terjun, dan yang terbaik ni Gili Noko.

Om Eka : di Bawean semua lengkap.. dari air laut, air panas, danau, gunung, air terjun, tanjung semuanya ada deh disini.
(Sepakat Om)

Untuk video testimoni sudah saya upload di Chanel Youtube saya.
Buka Disini.

Walaupun 90% destinasi wisata di Bawean alami. Harapan saya teman-teman mampu ikut menjaga Ekosistem dan Alam yang ada di Bawean.

Okeh.. demikian kisah saya Trip Backpacker Bawean tanggal 18-21 November 2016. Jika sobat ingin ke Bawean mampu hubungin saya ya.

Baca juga: Inilah 7 Destinasi Wisata Terbaru di Surabaya Tahun ini yang Wajib di Kunjungi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *