BANTUAN DANA PENULISAN PTK 2016 (PENELITIAN TINDAKAN KELAS) DARI KEMENDIKBUD


Berikut ini penjelasan Juknis Bantuan Dana Penulisan PTK yang diambil dari Juknis tahun 2015. Penyusunan karya tulis ilmiah ternyata merupakan salah satu permasalahan serius yang dihadapi oleh guru pada umumnya. Kurangnya penugasan dalam penyusunan karya tulis ilmiah pada ketika calon guru masih masih duduk di kursi perguruan tinggi (pre-service training) menjadi salah satu alasan. Setelah lulus dari perguruan tinggi lebih dari separuh waktu kerja guru dialokasikan untuk acara mengajar tanpa disertai kelengkapan melaksanakan penyusunan karya tulis ilmiah sebagai episode dari peran mereka. Penyelenggaraan agenda pelatihan (in service training) berkenaan dengan pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) belum disertai dengan pemberian kesempatan untuk melaksanakan praktek.

Pelatihan untuk penyusunan karya tulis ilmiah telah diberikan oleh aneka macam pihak, namun pelatihan yang diperoleh belum menunjukkan suatu pemahaman (insight) kepada guru sehingga guru masih menemukan bebagai kesulitan dalam menyusun karya tulis ilmiah. Pemberian kesempatan untuk melaksanakan PTK menjadi taktik efektif bagi guru dapat memahami metode dan kebermanfaatan hasil PTK bagi guru dalam memperbaiki acara berguru mengajar yang menjadi tanggung jawab eksklusif guru. Di samping itu, pengalaman melaksanakan PTK akan menunjukkan suatu kemampuan berfikir sistematis dan menyeluruh (comprehensive) terhadap fenomena acara berguru mengajar.

Di satu pihak penyelenggaraan PTK menunjukkan pengalaman berharga bagi guru dalam upaya memperbaiki dalam skala yang lebih makro, pengalaman guru akan mempunyai dampak externality bagi perumusan kebijakan. Hal ini terutama bila PTK yang dilakukan oleh guru dapat dipusatkan pada suatu tema kebijakan tertentu. Hasil PTK yang dilakukan merupakan bukti empiris bila pelaksanaannya dilakukan berdasarkan prinsip-prinsip penelitian sosial secara benar dan konsisten.

Tujuan penyelenggaraan acara Bantuan Dana Penelitian Tindakan Kelas yakni menunjukkan kesempatan bagi guru untuk melaksanakan PTK yang sekaligus dapat dijadikan dasar memperoleh angka kredit untuk kenaikan pangkat dalam jabatan profesional guru.

Berikut ini Juknis Bantuan Dana Penelitian Tindakan Kelas tahun 2015

A. Ketentuan Umum Bantuan Dana Penelitian Tindakan Kelas

1. PTK menjadi taktik efektif bagi guru untuk dapat memahami metode dan kebermanfaatan hasil PTK bagi guru dalam memperbaiki acara berguru mengajar yang menjadi tanggung jawab eksklusif guru. Di samping itu, pengalaman melaksanakan PTK akan menunjukkan suatu kemampuan berfikir sistematis dan menyeluruh (comprehensive) terhadap fenomena acara berguru mengajar.

2. Aspek yang menjadi perhatian dalam PTK adalah: a. metode berguru yang digunakan pada satuan pendidikan, b. kemampuan artikulasi guru dalam menjabarkan konsep-konsep melalui metode berguru yang digunakan, dan c. respons siswa terhadap metode berguru yang diterapkan oleh guru dalam acara berguru mengajar.

3. Topik yang dikembangkan berkenaan dengan efektivitas metode mengajar yang digunakan oleh guru selama ini. Untuk guru SD yakni guru kelas, sedangkan guru SMP dan SMA yakni guru mata pelajaran, sedangkan guru SMK yakni guru kejuruan.

4. PTK harus menyajikan kecenderungan metode mengajar guru berdasarkan pada kelas dan mata pelajaran, tetapi juga merefleksikan kemampuan guru dalam menulis karya ilmiah sebagai episode dari peningkatkan profesionalisme guru.

B. Ketentuan Khusus

1. Peserta dari acara ini yakni semua guru SD, SMP, dan SMA/SMK negeri dan swasta, dengan rincian sebagai berikut: untuk SD yakni guru kelas I hingga dengan kelas VI, untuk SMP yakni guru kelas VII hingga dengan IX untuk semua mata pelajaran, untuk SMA/SMK yakni guru kelas X hingga dengan XII untuk semua mata pelajaran, tetapi untuk guru SMK diutamakan guru mata pelajaran kejuruan

2. Pelaksanaan PTK akan di koordinasikan oleh Pusat Penelitian Kebijakan, Balitbang, Kemdikbud.

C. Topik PTK Topik Penelitian Tindakan Kelas yang Didanai yakni model pembelajaran untuk meningkatkan prestasi berguru siswa. Dalam hal ini topik tidak sama artinya dengan judul. Berdasarkan pada topik tersebut guru dapat menyebarkan judul-judul sepanjang tidak menyimpang dari topik tersebut. Beberapa rujukan judul yang mungkin dapat dibuat oleh guru berdasarkan topik tersebut yakni sebagai berikut:

1. Model pembelajaran siswa aktif dalam pembelajaran Matematika siswa kelas XII

2. Pendekatan tematik dalam pengajaran IPS di kelas IV SD

3. Pendekatan kontekstual dalam pengajaran IPS di kelas VI SD. Judul-judul di atas yakni contoh, dan oleh alasannya yakni itu tidak harus dijadikan judul oleh para guru.

D. Sistematika Penulisan Proposal PTK Setiap guru yang akan ikut dalam acara ini diperlukan mengirim proposal PTK dengan jumlah antara 10 s.d. 15 halaman, spasi 1,5 serta jenis abjad dalam pengetikan Times New Roman, selain itu Proposal tersebut memuat lima hal yaitu:

1. Judul Judul harus merefleksi dua hal: topik dan konsep yang akan diteliti dalam PTK yang akan dilakukan.

2. Latar belakang (Proporsi untuk episode latar belakang yakni 15% dari keseluruhan isi proposal)

3. Tujuan Secara umum tujuan Penelitian Tindakan Kelas yakni untuk meningkatkan dan/atau memperbaiki praktik pembelajaran di sekolah, meningkatkan relevansi pendidikan, meningkatkan mutu pendidikan, dan efisiensi pengelolaan pendidikan. Secara khusus Penelitian Tindakan Kelas ini untuk merefleksikan perbaikan dan peningkatan kualitas pembelajaran serta membantu memberdayakan guru dalam memecahkan duduk perkara pembelajaran di sekolah.

4. Kerangka konsep/teori (Proporsi episode ini yakni 40% dari keseluruhan isi proposal) Kerangka konsep, atau dapat juga disebut dengan kerangka teori, mempunyai dua fungsi yaitu menunjukkan dukungan konseptual terhadap korelasi dua variabel yang diangkap menjadi judul PTK, dan dasar konseptual untuk mengukur variabel-variabel yang dijadikan topik pada PTK.

5. Metodologi (Proporsi episode ini yakni 45% dari keseluruhan isi proposal) Metode penelitian merupakan langkah-langkah yang dilakukan oleh peneliti dalam melaksanakan penelitian. Secara khusus, metode penelitian dalam PTK berbeda dengan metode penelitian pada umumnya sesuai dengan karakteristik PTK sendiri.

Arti metodologi dalam suatu penyelenggaraan penelitian, termasuk PTK yakni cara untuk menjawab tujuan penelitian. Untuk menjamin ketepatan dalam menjawab tujuan penelitian tergantung pada (1) ketepatan mengukur varaibel penelitian, (2) metode pengumpulan data, dan (3) metode analisis data. Secara lebih khusus di sini akan dijelaskan perihal metode pengumpulan data.

Dalam pelaksanaan PTK terdapat tiga metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, interviu, dan studi dokumen. Untuk metode studi dokumen bersifat opsional, bila metode observasi dan interviu dianggap sudah mencukupi untuk menjawab tujuan PTK.

Pada setiap proposal harus dijelaskan perihal bagaimana observasi dan interviu akan dilaksanakan; serta data apa saja yang akan dikumpulkan dengan menggunakan metode observasi dan interviu. Jika studi dokumentasi juga akan digunakanan maka perlu dijelaskan dokumen apa saja yang digunakan dan data apa saja yang akan dikumpulkan dari dokumen-dokumen tersebut

E. Prosedur Pelaksanaan Program Pelaksanaan agenda PTK tingkat satuan pendidikan ini dilakukan melalui prosedur sebagai berikut:

1. Puslitjak sebagai Panitia memberikan pemberitahuan adanya derma acara agenda penelitian tindakan kelas pada satuan pendidikan yang dilaksanakan oleh para guru dan mengirimkan Panduan sebagai dasar penyusunan PTK baik melalui surat elektronik.

2. Pemberitahuan dimaksud dapat dilakukan juga oleh anggota Jaringan Penelitian kawasan yang tergabung dalam Jaringan Penelitian Pendidikan, Pusat Penelitian Kebijakan, Balitbang, Kemdikbud.

3. Setiap guru yang akan ikut dalam acara ini diperlukan mengirim proposal PTK yang merupakan model pembelajaran untuk meningkatkan prestasi berguru siswa;

4. Guru mengajukan usulan proposal PTK kepada Puslitjak dalam bentuk hardcopy atau softcopy dan dikirimkan via email maupun via pos. Pengiriman proposal dilakukan melalui alamat email: [email protected] dengan batas waktu paling lambat: 31 Maret 2015

5. Puslitjak akan menseleksi proposal PTK.

6. Puslitjak akan mengumumkan hasil seleksi PTK berdasarkan ketentuanketentuan yang telah ditetapkan.

7. Puslitjak akan menunjukkan derma pendanaan tahap pertama setelah diumumkan hasil seleksi PTK dan telah mengikuti bimbingan teknis pelaksanaan PTK dengan penetapan SK oleh Kepala Puslitjak.

8. Hasil PTK yang lolos selanjutnya akan diseminarkan pada dua tingkat seminar, yaitu seminar tingkat kawasan dan seminar tingkat nasional.

F. Seleksi Terdapat dua kriteria yang akan digunakan dalam menyeleksi proposal PTK yang masuk yaitu kriteria akademis dan kebermanfaatan.

1. Kriteria akademis didasarkan perumusan dan keterkaitan antara latar belakang, tujuan, kerangkan konsep, dan metodologi.

2. Kriteria kebermanfaatan didasarkan pada arah pemanfaatan hasil PTK. Arah ini akan terungkap dalam latar belakang.

3. Pada masing-masing kabupaten/kota akan dipilih 4 (empat) guru. Guru yang yang diperlukan dapat terpilih masing-masing dari 1 guru SD, 1 guru SMP, 1 guru SMA, dan 1 guru SMK. Namun hal ini tidak akan menjadi syarat mutlak. Jika pada satu kabupaten/kota guru yang terpilih yakni lebih dari 1 guru SD atau 2 guru SMP, maka guru tersebut akan dipilih, sepanjang jumlah pada setiap kabupaten/kota tidak lebih dari 4 (empat) guru.

G. Dukungan Pendanaan Puslitjak, Balitbang, Kemdikbud akan menunjukkan dukungan pendanaan untuk pelaksanaan dan penyusunan penulisan PTK satuan pendidikan kepada guru yang ditetapkan berdasarkan kelompok wilayah sebagai berikut:

1. Kelompok wilayah 1, terdiri dari Provinsi Lampung, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Selatan ditetapkan sebesar Rp.8.000.000,00 (delapan juta rupiah) per guru.

2. Kelompok wilayah 2, terdiri dari Provinsi Bengkulu, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Jambi, DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Timur ditetapkan sebesar Rp.9.000.000,00 (sembilan juta rupiah) per guru.

3. Kelompok wilayah 3, terdiri dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, NTB, dan NTTditetapkan sebesar Rp.12.000.000,00 (dua belas juta rupiah) per guru.

4. Kelompok wilayah 4, terdiri dari Provinsi Gorontalo, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggaradan Sulawesi Tengah ditetapkan sebesar Rp.13.000.000,00 (tiga belas juta rupiah) per guru.

5. Kelompok wilayah 5, terdiri dari Provinsi Maluku, Maluku Utara,dan Papua ditetapkan sebesar Rp.14.000.000,00 (empat belas juta rupiah) per guru. Pencairan dana derma akan diberikan secara bertahap. Tahap pertama akan diberikan dana sebesar 60% dari jumlah keseluruhan setelah mengikuti bimbingan teknis pelaksanaan PTK di daerah. Pencairan tahap kedua yang merupakan sisanya sebesar 40% diberikan setelah penyerahan laporan akhir.


Belakangan telah beredar Juknis Bantuan Dana Penelitian Tindakan Kelas tahun 2016 yang pada prinsipnya atau tata cara pengajuan hampir sama dengan Juknis 2015. Namun Juknis Bantuan Dana PTK tahun 2016 perlu dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Balitbang Kemdikbud. Bagi Anda yang ingin mendownload Juknis tersebut silahkan link di bawah ini

Terima kasih mudah-mudahan membantu



Sumber http://ainamulyana.blogspot.com/