Arti peribahasa Di mana api padam, di situlah puntung tercampak; di mana periuk pecah, di situlah tembikar tinggal

Arti dari peribahasa Di mana api padam, di situlah puntung tercampak; di mana periuk pecah, di situlah tembikar tinggal yaitu Tempat di mana sesuatu mati, maka di sanalah yang mati itu dikuburkan atau dimakamkan.  Peribahasa Di mana api padam, di situlah puntung tercampak; di mana periuk pecah, di situlah tembikar tinggal merupakan peribahasa berbahasa Indonesia yang dimulai dengan karakter D.  Peribahasa Di mana api padam, di situlah puntung tercampak; di mana periuk pecah, di situlah tembikar tinggal dapat anda gunakan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam bentuk mulut maupun goresan pena sebagai suatu perumpamaan yang mempunyai arti Tempat di mana sesuatu mati, maka di sanalah yang mati itu dikuburkan atau dimakamkan.

Penjelasan Peribahasa Lebih Rinci / Detil :

Peribahasa : Di mana api padam, di situlah puntung tercampak; di mana periuk pecah, di situlah tembikar tinggal
Arti Peribahasa :  Tempat di mana sesuatu mati, maka di sanalah yang mati itu dikuburkan atau dimakamkan
Bentuk Lain Peribahasa : Di mana api padam, di sanalah puntung tercampak; di mana periuk pecah, di situlah tembikar tinggal
Arti Kata Tidak Umum : Arti puntung yaitu sisa rokok, kayu, dll yang terbakar sebagian; Arti periuk yaitu alat untuk menanak nasi yang terbuat dari tanah liat atau dari materi logam; Arti tembikar yaitu pecahan periuk / kaca / tembereng
Huruf Depan Peribahasa : D
Bahasa Peribahasa : Bahasa Indonesia
Keterangan : –

Informasi peribahasa Di mana api padam, di situlah puntung tercampak; di mana periuk pecah, di situlah tembikar tinggal pada situs web ini bukanlah penjelasan resmi ataupun bab dari kamus peribahasa bahasa indonesia resmi.  Apabila ada kekurangan atau pun kesalahan pada pemaparan peribahasa Di mana api padam, di situlah puntung tercampak; di mana periuk pecah, di situlah tembikar tinggal, kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.  Tuliskan pertanyaan, pengalaman, komentar maupun opini anda terkait dengan peribahasa Di mana api padam, di situlah puntung tercampak; di mana periuk pecah, di situlah tembikar tinggal di form komentar di bab bawah situs web kita tercinta ini semoga kita mampu diskusikan bersama-sama.  Mari kita biasakan menggunakan peribahasa Di mana api padam, di situlah puntung tercampak; di mana periuk pecah, di situlah tembikar tinggal dalam ucapan maupun goresan pena untuk melestarikan peribahasa nasional kita, terima kasih.

Kembali Menuju Ke :
Halaman Utama
Daftar Peribahasa
Daftar Peribahasa Indonesia
Daftar Peribahasa Indonesia Berawalan Huruf D