Apakah Penggunaan LKS di Sekolah Masih diperbolehkan?

Sahabat guru-id, terkait dengan boleh atau tidak penggunaan LKS di sekolah, beberapa hari lalu ada orangtua siswa yang berkomentar di blog ini menanyakan permasalahan LKS. Spontan aku eksklusif berfikir bagaimana menjawabnya karena kita semua tahu hingga ketika ini masih banyak sekolah yang menjual LKS ke siswa untuk digunakan sebagai media pembelajaran. Baiklah untuk lebih jelasnya berikut pertanyaan orangtua siswa.

Assalamualaikum,
Saya nama : juanda
alamat : Graha Gardenia XG05/39 citra raya tangerang
email : [email protected]
Mohon penjelasan, anak aku kelas 4 SD Mekar bhakti Panongan, yang beralamat di graha pesona citra raya tangerang, di bebankan Rp 474.000,- untuk biyaya buku paket dan LKS yang di bayarkan ke fihak sekolah, apakah peraturannya demikian? jikalau membaca surat edaran di atas bahwa buku sekolah di biyayai dari BOS, moho penjelasan.
salam
juanda

Berdasarkan pengamatan admin, penggunaan LKS akan merugikan guru dan siswa itu sendiri. Mengapa? bagi guru, cenderung mereka malas mengajar lebih sering memberi peran saja tanpa menunjukkan penjelasan detil kepada sisw sehingga dampaknya ke siswa mereka jadi malas berguru yang terjadi yaitu menyontek pada temannya sehingga hasil lembar kerja siswa (LKS) bukan hasil dari pemahaman siswa terhadap bahan tapi hasil contekkan menyerupai ini juga informasi terbaru perihal LKS yang admin kutip dari situs informasi satu.com silahkan dibaca

gambar larangan penggunaan LKS di sekolah

Kemdikbud Minta Sekolah Tidak Gunakan LKS

Menurut dia, penggunaan LKS untuk siswa sangat tidak tepat, karena dapat mengubah filisofi cara berguru siswa aktif menjadi pasif, sehingga sistem pembelajaran yang harusnya mengutamakan diskusi antar guru dan sahabat sejawat tidak berjalan dengan baik.

Oleh karena itu, ia mengimbau pihak sekolah dan orang bau tanah murid menolak membeli LKS ini. “Dengan cara berguru siswa aktif itu diperlukan pelajar dapat berinteraksi dan berdiskusi maupun berdialog dengan rekan-rekannya,” ujarnya lagi. Apabila siswa-siswi masih menggunakan buku LKS dalam sistem mengajar, maka para siswa hanya sekadar mengikuti isi dari LKS itu.

Terkait sanksi apa yang diberikan kepada sekolah yang masih menggunakan LKS ini, kata dia, pihaknya menegaskan dalam sumbangan sanksi tersebut menjadi kewenangan Disdikpora dimasing-masing kawasan dan kepala sekolah. Selain itu, pihaknya juga melarang sekolah membeli buku LKS dengan menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), karena sudah ada regulasi dari pemerintah yang mengatur hal itu. “Namun, apabila uang dana Bos itu dipergunakan untuk membeli buku kurikulum 2013 diperbolehkan” ujar Didik.

demikian informasi perihal larangan penggunaan LKS di sekolah, walaupun hingga ketika ini belum ada peraturan resmi yang melarang penggunaan LKS namun admin sangat oke kalau sekolah tidak menjual LKS lagi, karena kasihan dengan siswa yang tidak bisa membayar, kadang yang lebih parah siswa tidak bisa bukan malah dibantu oleh sekolah melainkan malah dipaksa membayar cepat-cepat lks dan diancam. supaya tidak terjadi di sekolah anda

referensi: http://www.beritasatu.com/