Alasan Penyebab Orang Tidak Mau Berurusan dengan Polisi di Indonesia

Bagi sebagian orang, polisi di indonesia memiliki citra yang sangat buruk, sedangkan bagi sebagian yang lainnya polisi di indonesia memiliki citra yang baik.  Memang merupakan sesuatu hal yang wajar di dalam suatu kumpulan orang banyak terdapat oknum-oknum yang memiliki perilaku yang tidak baik.  Walaupun Kepolisian Republik Indonesia memiliki tujuan serta visi misi yang baik, namun tetap saja ada oknum yang perilakunya tidak mencerminkan sebagai anggota polisi yang baik.

Perilaku oknum-oknum kepolisian yang tidak akrab dengan masyarakat membuat masyarakat menggeneralisir bahwa perilaku semua polisi yaitu sama saja.  Padahal belum tentu demikian adanya.  Walaupun mungkin saja jumlah anggota polisi yang tidak baik ada banyak, namun pasti ada saja anggota polisi yang berhati mulia.  Polisi-polisi yang baik mungkin saja selalu berupaya  menghindarkan diri dari perbuatan-perbuatan yang tidak baik.  Walau terkadang terpaksa melaksanakan sesuatu yang tidak baik sebab ditugaskan oleh pimpinannya walaupun merasa tidak sesuai dengan hati nurani.

Ada banyak faktor penyebab masyarakat enggan untuk berafiliasi dengan polisi.  Di antaranya yaitu beberapa pandangan negatif masyarakat sebagai berikut di bawah ini :

1. Polisi Materialistis

Banyak orang yang enggan mengurus sesuatu di kepolisian sebab menganggap polisi itu mata duitan.  Mau urus ini itu harus menunjukkan sejumlah uang terlebih dahulu secara pribadi maupun tidak pribadi supaya tidak dipersulit.  Mau lapor pengaduan, urus surat keterangan catatan kepolisian (SKCK), urus surat izin mengemudi (SIM), urus surat tanda nomor kendaraan (STNK), dan lain sebagainya.

2. Polisi Mempersulit Proses Segala Sesuatu

Budaya di negara kita Indonesia yang pemerintahnya masih dianggap suka mempersulit warga masyarakatnya sendiri sudah pasti akan berimbas ke polisi.  Polisi pun tidak luput dari anggapan masyarakat yang negatif tersebut.  Proses yang berbelit-belit serta banyaknya tahapan yang harus dijalankan seseorang dalam mengurus sesuatu membuat orang awam akan berpikiran demikian.

3. Polisi yang Tidak Banyak Membantu

Orang Indonesia lebih suka tidak melaporkan tindak kejahatan yang menimpanya sebab merasa tidak ada gunanya melapor ke polisi.  Polisi yang sibuk dengan aneka macam tugas-tugasnya serta jumlah anggota polisi yang sangat terbatas mambuat para korban tindak kriminal malas melapor ke kantor polisi.  Belum lagi adanya isu perihal polisi yang meminta uang dari pelapor untuk membantu proses penyidikan serta polisi yang meminta sejumlah uang kepada korban yang ingin mengambil barang bukti kejahatan.  Jadi bukan hal yang langka di negara kita di mana banyak pelaku tindakan kriminalitas dihakimi massa sebab ketidakpercayaan masyarakat pada hukum.

4. Sulit Menarik Laporan Pengaduan

Sekali melapor maka proses hukum akan terus berjalan sampai ke persidangan di pengadilan dan jadinya berakhir dengan vonis pengadilan pada pelaku.  Apabila di tengah jalan pelaku dan korban sama-sama beritikad baik ingin menyelesaikan problem secara kekeluargaan, maka kemungkinan besar polisi tidak akan mau memprosesnya.

5. Saksi Bisa Menjadi Tersangka

Banyak orang yang menghindar menjadi saksi suatu tindak kejahatan sebab takut turut menjadi korban tindak kejahatan akhir dari tidak jelasnya tunjangan saksi oleh kepolisian.  Menjadi saksi pun juga repot sebab harus meluangkan banyak waktu untuk menunjukkan kesaksian di kepolisian dan pengadilan.  Saksi bisa saja terzalimi oleh pelaku kejahatan yang memiliki pengaruh yang sangat kuat.  Belum lagi adanya info yang perihal saksi yang menjadi tersangka menambah keengganan banyak orang untuk menjadi saksi tindak kriminalitas di indonesia.

Apabila polisi Indonesia tidak bisa mengubah pandangan masyarakatnya, jangan salahkan masyarakat jikalau masyarakat menjaga menyerupai jarak dengan polisi.  Oleh sebab itu tidak ada pilihan lain bagi Polri untuk segera berbenah diri secara menyeluruh untuk memperbaiki citranya.  Apalah gunanya polisi jikalau masyarakatnya menjaga jarak dan enggan untuk bermitra dengan polisi?  Mari kita renungi bersama demi kebaikan kita bersama, terima kasih.