Adaptasi Fisiologi


Semakin tinggi kemampuan pembiasaan suatu jenis organisme, maka semakin besar pula kemungkinan kelangsungan hidup jenis organisme itu. Dengan kemampuan pembiasaan yang tinggi, suatu jenis dapat menempati habitat yang beraneka. Manusia yakni pola jenis makhluk yang mempunyai kemampuan pembiasaan yang tinggi.
Hampir semua habitat dihuni oleh manusia. Mulai dari pantai hingga pegunungan Andes yang tinggi, dari hutan tropis yang panas dan lembab hingga gurun pasir yang kering dan panas, serta tempat kutub yang dingin. Dengan kemampuan pembiasaan yang sangat tinggi, populasi insan terus bertambah dan menduduki habitat baru, hal ini karena kemampuan otaknya yang paling tinggi dibanding organisme lainnya. Dengan berbekal sains, insan bisa menciptakan banyak sekali peralatan untuk mengatasi kesulitan yang dihadapinya.
Adaptasi fisiologi yakni penyesuaian fungsi kerja organ badan terhadap lingkungannya untuk kelangsungan hidupnya. Adaptasi ini akrab hubungannya dengan penyesuaian metabolisme tubuh.
Contoh :
  1. Hewan memamah biak makanannya yakni rumput dan daun. Rumput maupun daun mempunyai dinding sel yang mengandung selulosa yang sulit dicerna secara mekanik. Agar dapat dicerna secara tepat diharapkan enzim selulosa untuk mencerna selulosa. Oleh karena itu, pada akses pencernaan hewan memamah biak banyak terdapat kelenjar yang menghasilkan enzim selulosa.
  2. Jumlah sel darah merah pada orang yang tinggal di dataran tinggi (pegunungan) cenderung lebih banyak. Hal ini disebabkan kadar O2 di pegunungan lebih sedikit dibandingkan di dataran rendah. Kadar O2 yang rendah membuat tubuh membentuk sel darah merah lebih banyak untuk mengikat O2 lebih banyak. Itulah sebabnya orang yang tinggal di tempat pegunungan cenderung mempunyai kulit berwarna kemerahan.
  3. Orang yang hidup di tempat yang tercemar limbah domestik dalam tubuhnya berkembang kekebalan terhadap jerawat muntah berak. Mereka mandi dengan air yang tercemar dan bahkan minum air yang tercemar, tetapi mereka tidak menjadi sakit. Kekebalan itu tidaklah bersifat mutlak, sehingga ada juga yang menjadi sakit.
  4. Ikan yang hidup di laut lebih sedikit mengeluarkan urin dibandingkan ikan yanghidup di air tawar. Hal ini disebabkan karena tekanan osmosis sel-sel badan ikan  yang hidup di laut lebih rendah daripada tekanan osmosis air laut. Apabila tidak ada cara penyesuaian pada tekanan osmosis air laut, maka ikan laut akan mati karena air di dalam sel-sel tubuhnya akan tertarik oleh air laut.  Untuk penyesuaian diri terhadap tekanan osmosis air laut, ikan laut banyak minum air dengan sedikit mengeluarkan urin. Sebaliknya, tekanan osmosis sel-sel tubuh ikan yang hidup di air tawar lebih tinggi daripada tekanan osmosis air tawar.
  5. Padi Gogo mengikuti keadaan pada lahan yang kering dan padi sawah pada lahan tergenang. Hewan, tumbuhan dan mikroba dapat juga membentuk zat di dalam tubuhnya yang membuat mereka kebal terhadap serangan hama dan penyakit.