7+ Contoh Dialog Interaktif Beserta Kesimpulan [Terbaru]

Hai apa kabar sob, kali ini saya mau share ihwal rujukan dialog interaktif beserta kesimpulan. Nah pasti teman semua sudah belajarkan yang namanya dialog interaktif itu?

Nah bagi yang belum mencar ilmu atau belum tahu ihwal pengertian dialog interaktif, silahkan mampir di artikel saya sebelumnya yang membahas ihwal banyak sekali hal mengenai dialog interaktif itu sendiri. Berikut linknya : Pengertian Dialog Interaktif.

Nah selanjutnya setelah teman membaca artikel saya tersebut dan sudah paham ihwal apa itu dialog interaktif, selanjutnya saya akan menyebarkan rujukan teks dialog interaktif beserta kesimpulan.

Sebelumnya saya juga sudah sempat menyebarkan beberapa contoh dialog interaktif di Televisi di blog ini juga, jadi bagi yang ingin mencari rujukan lebih banyak lagi mampu mampir di link diatas.

Sekarang saya mau menyebarkan beberapa contoh dialog interaktif beserta kesimpulannya, karena sebelumnya saya sudah pernah membuat contohnya, saya akan membahas yang itu saja, yaitu ihwal Vaksin Palsu. Berikut ulasannya.

Oh ya bila teman ingin rujukan lain, silahkan klik tulisan-tulisan biru yang ada diatas yang tentunya sudah sangat lengkap dan detail saya jelaskan 🙂

Contoh Dialog Interaktif Beserta Kesimpulan

Contoh Dialog Interaktif Beserta Kesimpulan
Nama Acara    : Berita Satu
Tanggal           : 27 Juni 2016
Pewawancara  : Varelina Daniel
Narasumber    : Komisi IX DPR, Okky Asokawati
Tema              : Vaksin Palsu
Dialog :
VD : “Kalau melihat responnya semua harus cepat ditindaklanjuti karena cukup dirasakan membuat masyarakat menjadi galau dan berbahaya, nah bekerjsama dari komisi 9 dengan adanya himbauan untuk segera melaksanakan tindak lanjut terhadap tubuh POM apa yang harus dilakukan kedepan?
OA : “Terkait dengan tubuh POM kami melihat memang tubuh POM tidak memiliki gigi dalam melaksanakan kinerjanya. Misalnya kita sering melihat bagaimana tubuh pom berhasil menemukan produk2 makanan dan obat2 illegal, tetapi sejauh itu tubuh pom tidak mampu menunjukkan sanksi karena tidak memiliki wewenang, karenanya apabila temuan2 tersebut ditemukan oleh tubuh pom maka diberikannya kepada kejaksaan atau kepolisian, dilain sisi kepolisian atau kejaksaan sudah mempunyai isu2 yang menurut mereka itu lebih berat sehingga kadang kala dilema temuan tubuh pom ini di P21 kan itu yang pertama, artinya tubuh pom disini tidak ada giginya. Untuk vaksin palsu ini kami melihat bahwa kinerja tubuh POM ini masih menyerupai pemadam kebakaran, mana kala ada dilema gres kemudian mereka melaksanakan tindakan, dan untuk ini juga kemenkes pun kecolongan karena ketika kita berbicara ihwal peredaran obat itu harusnya ada CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik dan Benar) dan CDOB (Cara Distribusi Obat yang Baik dan Benar). Untuk mampu melaksanakan atau memproduksi obat atau vaksin maka harus ada izin yang dikeluarkan oleh kemenkes, gres setelah itu didistribusikan lalu dites oleh tubuh POM. Vaksin palsu inikan ternyata sudah diproduksi semenjak 2003, artinya kemana pemerintah selama ini.
VD : “Selama ini dari DPR tidak pernah mendengar kasus menyerupai ini?”
OA : “Tidak pernah, yang sering kami dengar beberapa balita setelah diberikan vaksin meninggal, itu yang kami soroti dan penjelasan dari menteri kesehatan mengatakan bahwa biasanya hal itu terjadi kalau balita yang bersangkutan ini panas tinggi atau sedang tidak sehat kemudian divaksin, tapi menurut saya benar juga, hanya memang kami tidak menelisik lebih jauh maut bayi setelah vaksinasi ini.
VD : “Kalau sekarang sudah terjadi vaksin palsu, respon dari menkes mengatakan sebaiknya masyarakat dihimbau tenang, menurut Anda gimana?”
OA : “Rasanya kok empatik ya, maaf kalau saya katakan rasanya tidak memiliki empati, bagaimana mungkin masyarakat diminta untuk tidak khawatir. Beliau mengatakan gres 1% daripada penyebaran vaksin palsu, kalau kita menyimak dia mengatakan ini gres dia merasa itu bukan dilema yang besar. Menurut saya pemerintah seharusnya menunjukkan penguatan bahwa pemerintah akan melaksanakan pengawalan kemudian evaluasi dan juga pengetatan terhadap produksi2 vaksin dan ibu2 tetap semangat menunjukkan vaksin untuk anaknya. Makara dengan komunikasi yang menyerupai itu akan lebih baik menurut saya.”
VD : “Ada juga langkah dari pemerintah bahwa kalau masyarakat tidak yakin mampu dilakukan vaksin ulang, cukup tidak dengan menyerupai itu?”
OA : “Saya rasa tidak mudah untuk vaksin ulang, karena punya nggak mappingnya, anggota atau bayi mana yang menerima vaksin palsu kan tidak tahu. Menurut saya bukan begitu caranya terkait dengan vaksin ulang ini bahwa harus ada cara yang lebih intensif lagi.”
VD : “Jadi menurut Anda itu tidak konkrit ya menurut Anda?”
OA : “Iya”

Kesimpulan :
Jadi, dari dialog antara Varelina Daniel (pewawancara) dan Okky Asokawati (narasumber) dapat diambil kesimpulan bahwa mengenai dilema vaksin palsu ini pemerintah dirasa kurang efektif kinerjanya dalam memantau peredaran obat-obatan dan vaksin yang masuk di Indonesia. Selain itu, respon pemerintah melalui menteri Kesehatan yang cenderung terlalu menganggap enteng dilema ini membuat masyarakat semakin risau mengenai nasib bawah umur mereka. Makara menurut Okky Asokawati, tindakan yang diambil oleh pemerintah kedepannya harus lebih di intensifkan lagi supaya masyarakat dapat sedikit hening dalam menyelesaikan permasalahan ini.

Oke itu tadi rujukan teks dialog interaktif beserta kesimpulannya, setuju kita lanjut ke rujukan selanjutnya ya sob.

Silahkan simak dibawah ini 🙂

Contoh Dialog Interaktif di TV Beserta Kesimpulannya

Topik: Mabuk Perjalanan
Narasumber: dr. Ryan Thamrin
Binta Tamu: Tya Aristya

dr. Ryan : “Kembali lagi bersama kita di DR. OZ Indonesia. Nah pada kesempatan ini kita bakal membahas mengenai mabuk”.

Tya : “Apa dok? Mabuk?”

dr. Ryan : “Iya Tya, tapi bukan Mabuk minuman keras ya, melainkan mabuk perjalanan”

Tya : “Oh, kirain mabuk apa tadi dok hahahah”

dr. Ryan : Berbicara mengenai mabuk perjalanan nah sekarang ini menjelang lebaran ada satu tradisi khas nusantara yaitu Mudik atau pulang kampung, nah disini pada mudik atau nggak nih?. Oke, berbicara mengenai mabuk perjalanan, episode tubuh kita yang mana yang berafiliasi secara pribadi dengan kondisi mabuk ini, ada yang tahu?”

Tya : “Kalau menurut saya kepala deh dok, soalnya kan pusing sama juga lambung yang mual”

dr. Ryan : “Kepala pusing dan lambung mual ya, ada yang tau lagi selain itu?”

Tya : “Setau saya cuma itu deh dok kayaknya”

dr. Ryan : “Sebetulnya, yang memegang peranan atau kendali ketika kita mabuk ialah episode pendengaran kita yang dalam. Nah penasaran kan kok bisa? kita lihat animasinya pribadi yuk. (sambil memperlihatkan animasi). Pada dasarnya terdapat yang namanya labirin didalam sini yang akan bergerak sesuai dengan gerakan yang kita buat. Itu namanya organ labirin. Nah didalamn organ labirin itu terdapat cairan berwarna kuning dan ada rambut. Rambut disini fungsinya sebagai reseptor atau alat yang berperan dalam mendeteksi gerakan yang kita lakukan. Nah bila episode ini terganggu atau istilahnya nggak fokus, maka yang terjadi yakni mabuk. Pengen tahu mekanismenya?”

Tya : “Iya pengen dok”

dr. Ryan : “Ayo ikut saya, saya bakal buat kau jadi mabuk. Saya bakal beri tahu kau dan pemirsa baik di studio atau di rumah kenapa seseorang menjadi mabuk. Saya bakal coba memutar-mutar dingklik ini. Nah labirin tadi kan ikut bergerak, nah ternyata itu ada hubungannya dengan mata. (sambil memutar kursi)”

Tya : “Jadi puyeng nih dok”

dr. Ryan : “Coba deh sekarang Tya baca buku ini”

Tya : “Hah? Gimana bacanya dok, udah puyeng gini”

dr. Ryan : “Baiklah, pertanyaanya, kenapa kalau kita membaca dikala sedang perjalanan mampu membuat kita mudah mabuk? karena mata kita itu mendeteksi kalau tubuh kita itu tidak bergerak, namun indra labirin yang sudah kita bahas tadi mendeteksi kalau ada gerakan pada tubuh kita, maka terjadilah tolak belakang antar keduanya yang berakibat kita mabuk perjalanan. Nah sekarang solusinya gimana?”

Tya : “Baik dok, solusinya gimana?”

dr Ryan : “Solusinya ialah jangan membaca dikala kita sedang melaksanakan perjalanan dan bila tidak sedang berpuasa, silahkan untuk mengkonsumsi jahe kalau gampangnya ya permen jahe karena dapat mengurangi terjadinya gangguan pencernaan yang menyebabkan mual atau pusing.”

Tya : “Wah makasih tipsnya nih dok, sudah agak mendingan sekarang hehehehe.”

dr Ryan : “Sama-sama, supaya bermanfaat ya. Dan jangan kemana-mana tetap di Dr. OZ”.

Kesimpulan:
Makara rujukan dialog interaktif beserta kesimpulan di tv diatas kesimpulannya yakni mabuk perjalanan itu disebabkan karena adanya tolak belakang antara organ labirin dan mata kita yang tidak sama dalam melaksanakan deteksi terhadap gerakan.

Sekian artikel dari saya ihwal rujukan dialog interaktif beserta kesimpulan, supaya bermanfaat dan jangan lupa like dan share artikel ini ya.