13 Pengertian Puisi Menurut Para Ahli, Dan Jenis-Jenis, Ciri-Ciri, Unsur-Unsur Puisi Beserta Struktur Puisi Secara Lengkap

13 Pengertian Puisi Menurut Para Ahli, Dan Jenis-Jenis, Ciri-Ciri, Unsur-Unsur Puisi Beserta Struktur Puisi Secara Lengkap – Siapa yang suka dengan Puisi ?? Rata-rata menyukai puisi. Apa lagi pada kalangan remja wanita, untuk para wanita cukup umur senang sekali apabila dibacakan puisi dan akan membuat hati nya berdebar dan memeleh ketika mendengarnya. Agar lebih memahami perihal apa itu puisi. akan membahas perihal pengertian puisi, jenis-jenis puisi, unsur-unsur puisi, dan struktur puisi beserta contohnya. Untuk itu marilah simak ulasan yang ada dibawah berikut.

        


Pengertian Puisi 

Puisi ialah sebuah bentuk karya sastra yang mengungkapkan suatu pikiran serta perasaan dari penyair dan secara imajinatif serta disusun dengan mengonsentrasikan sebuah kekuatan bahasa dengan pengonsentrasian suatu struktur fisik serta struktur batinnya. Puisi ialah seni tertulis yang menggunakan bahasa sebagai kualitas estetiknya (keindahan). Puisi dibagi menjadii dua yaitu 1. puisi lama dan 2. puisi baru.

Pengertian Puisi Menurut Para Ahli 

1. H.B. Jassin 
Menurut H.B. Jassin menyatakan bahwa puisi ialah sebuah pengucapan dengan sebuah perasaan yang didalamnya mengandung sebuah fikiran-fikiran dan tanggapan-tanggapan.

2. Ralph Waldo Emerson
Menurut Ralph Waldo Emerson menyatakan bahwa puisi ialah mengajarkan sebanyak mungkin dengan kata-kata yang sedikit mungkin.

3. Waluyo 
Menurut Waluyo menyatakan bahwa puisi ialah sebuah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan sebuah kata-kata kias (imajinatif).

4. Edwin Arlington Robinson 
Menurut Edwin Arlington Robinsonmenyatakan bahwa puisi ialah suatu bahasa yang memberikan sesuatu yang sukar hendak dinyatakan, tidak diperkirakan sama dan ada puisi yang benar atau sebaliknya.

5. Muhammad Hj. Salleh
Menurut Muhammad Hj. Salleh menyatakan bahwa puisi ialah suatu bentuk sastra yang kental dengan music bahasa serta suatu kecerdikan penyair dan tradisinya. Dalam hali ini segala kekentalan itu, maka puisi setelah dibaca akan menjadikan kita lebih bijaksana.

6. Usman Awang 
Menurut Usman Awang menyatakan bahwa puisi ialah bukanlah sebuah nyanyian orang putus asa yang mencari sebuah ketenangan dan kepuasan dalam puisi yang ditulisnya.

7. SastraSudjiman
Menurut Kamus Istilah SastraSudjiman menyatakan bahwa puisi ialah sebuah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh sebuah irama, matra, rima, serta sesuatu penyusunan larik dan bait.

8. Watt-Dunton 
Menurut Watt-Dunton mmenyatakan bahwa puisi ialah sebuah ekpresi yang kongkret dan yang bersifat artistik dari suatu pikiran insan dalam bahasa emosional dan berirama.

9. Ralph Waldo Emerson 
Menurut Ralph Waldo Emerson  menyatakan bahwa puisi ialah dalam cara mengajarkan sebanyak mungkin dengan kata-kata sesedikit mungkin.

10. Herman J. Waluyo 
Menurut Herman J. Waluyo menyatakan bahwa puisi ialah sebuah bentuk karya sastra yang mengungkapkan suatu pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pengonsentrasian sebuah struktur fisik dan struktur batinnya.

11. Djoko Pradopo
Menurut Djoko Pradopo menyatakan bahwa puisi ialah sebuah hasil acara pemadatan, yaitu suatu proses penciptaan dengan cara menangkap kesan-kesan lalu memadatkannya (kondensasi).

12 Pradopo
Meurut Pradopo menyatakan bahwa puisi ialah suatu acara yang bersifat pencurahan jiwa yang padat, yang bersifat sugestif dan asosiatif.

13. John Keats
Menurut John Keats menyatakan bahwa puisi ialah sebuah usaha untuk membaca mengagumkan dari membayangkan sebuah narasi proses pemikiran atau logis. Dia tidak menyiratkan sebuah puisi yang tidak masuk logika atau tidak mempunyai narasi.

Jenis-Jenis Puisi

1. Puisi Lama 
Puisi lama ialah sebuah puisi yang masih terikat oleh suatu aturan-aturan. Aturan puisi lama ini menyerupai jumlah kata yang terdapat dalam 1 baris, jumlah barisnya terdapat dalam 1 bait, persajakan atau rima, banyak suku kata pada tiap baris, dan irama.

Jenis-Jenis Puisi Lama
  • Mantra ialah suatu ucapan-ucapan yang masih dianggap mempunyai suatu kekuatan gaib
  • Pantun ialah salah satu puisi lama yang memiliki ciri yang bersajak a-b-a-b, pada tiap barisnya terdiri atas 8 hingga 12 suku kata, pada 2 baris awal pantun disebut dengan sampiran, pada 2 baris berikutnya disebut dengan sebagai isi, tiap bait 4 baris.
  • Karmina ialah salah satu jenis pantun yang kilat menyerupai sebuah pantun tetapi sangat pendek.
  • Seloka ialah sebuah pantun yang berkaitan.
  • Gurindam ialah salah satu jenis puisi yang terdiri dari tiap bait 2 baris, yang bersajak a-a-a-a, dan biasanya berisi sebuah nasihat.
  • Syair ialah salah satu jenis puisi yang bersumber dari sebuah negara Arab dan yang mempunyai ciri pada tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, yang biasanya berisi sebuah hikmah atau sebuah cerita.
  • Talibun ialah sebuah pantun genap yang tiap baitnya terdiri dari sebuah bilangan genap menyerupai 6, 8, ataupun 10 baris.

Ciri-Ciri Puisi lama
  • Puisi lama mempunyai ciri-ciri yang bisanya berupa puisi rakyat dan tidak ada nya nama sih pengarangnya.
  • Pada puisi lama masih terikat oleh banyak sekali suatu aturan-aturan yang menyerupai dari jumlah baris pada setiap baitnya, sajak serta jumlah suku kata pada setiap barisnya.
  • Pusi lama biasanya disampaikan dari ekspresi ke ekspresi dan bisa disebut dengan sastra lisan.
  • Pada puisi lama menggunakan sebuah majas atau suatu gaya bahasa tetap dan klise.
  • Pada puisi lama biasanya berisikan perihal sebuah kerajaan, fantastis, serta istanasentris.
2. Puisi Baru
Puisi gres ialah sebuah puisi yang sudah tidak terikat oleh suatu aturan, berbeda dengan puisi lama. Puisi gres mempunyai sebuah bentuk yang lebih bebas dibandingkan dengan puisi lama baik dalam jumlah baris, suku kata, ataupun rima.

Jenis-Jenis Puisi Baru
  • Balada ialah salah satu jenis puisi baru. Balada ialah sebuah puisi perihal cerita. Balada terdiri dari 3 bait dan masing-masing dengan 8 larik serta dengan suatu sketsa rima a-b-a-b-b-c-c-b. Lalu sketsa rima nya menjelma a-b-a-b-b-c-b-c. Pada larik terakhir dalam suatu bait pertama digunakan refren dalam bait-bait selajutnya.
  • Himne ialah salah satu jenis puisi yang digunakan sebagai sebuah pujaan untuk Tuhan, tanah air, atau seorang pahlawan.
  • Ode ialah salah satu jenis puisi yang berisikan perihal sebuah sanjungan bagi orang yang telah berjasa. Pada puisi ini nada serta gayanya sangat resmi, yang bernada sangat anggun, dan membahas sesuatu yang mulia, mempunyai sifat yang menyanjung baik itu terhadap langsung tertentu atau suatu peristiwa umum.
  • Epigram ialah salah satu jenis puisi yang mempunyai isi berupa tuntunan atau suatu anutan hidup.
  • Romansa ialah salah satu jenis puisi yang berisikan perihal sebuah luapan perasaan penyair perihal sebuah cinta kasih.
  • Elegi ialah salah satu jenis puisi yang berisikan perihal sebuah kesedihan.
  • Satire salah satu jenis puisi yang yang isinya berisikan perihal sebuah sindiran atau suatu kritikan.
  • Distikon ialah salah satu jenis puisi yang pada tiap baitnya terdiri dari 2 baris (puisi 2 seuntai).
  • Terzinaa ialah salah satu jenis puisi yang pada tiap baitnya terdiri dari 3 baris (puisi 3 seuntai).
  • Kuatrain ialah salah satu jenis puisi di tiap baitnya terdiri dari 4 baris (puisi 4 seuntai).
  • Kuint ialah salah satu jenis puisi di tiap baitnya terdiri dari 5 baris (puisi 5 seuntai).
  • Sektet ialah salah satu jenis puisi di tiap baitnya terdiri dari 6 baris (puisi 6 seuntai).
  • Septime, ialah salah satu jenis puisi di tiap baitnya terdiri dari 7 baris (puisi 7 seuntai).
  • Oktaf atau Stanza ialah salah satu jenis puisi gres yang mempunyai ciri pada tiap baitnya terdiri 8 baris (double kutrain atau bisa disebut dengan puisi 8 seuntai).
  • Soneta ialah salah satu jenis puisi gres yang mempunyai ciri yaitu terdiri dari 14 baris yang terbagi menjadi 2,  pada 2 bait pertama masing-masing terdiri dari 4 baris dan pada 2 bait kedua masing-masing 3 baris.
Ciri-Ciri Puisi Baru
  • Dapat diketahui nama sih pengarangnya
  • Pada suatu perkembangannya secara lisan serta tertulis.
  • Puisi gres tidak terikat dengan banyak sekali aturan-aturan menyerupai rima, jumlah baris dan suku kata.
  • Pada puisi gres menggunakan majas yang dinamis atau berubah-ubah.
  • Yang berisikan perihal sebuah kehidupan.
  • Pada puisi gres biasanya lebih banyak memakai sajak pantun dan syair.
  • Mempunyai sebuah bentuk yang lebih rapi dan simetris.
  • Mempunyai sebuah rima tamat yang teratur.
  • Pada puisi tiap-tiap barisnya berupa sebuah kesatuan sintaksis.

Unsur-Unsur Puisi

Puisi harus mempunyai 2 Unsur ini yaitu struktur fisik dan struktur batin puisi, berikut ini penjelasannya :
1. Struktur Fisik Puisi
  • Perwajahan Puisi (Tipografi), yaitu suatu bentuk puisi yang menyerupai halaman yang tidak dipenuhi dengan kata-kata, tepi kanan-kiri, pengaturan barisnya, hingga pada baris puisi yang tidak selalu dimulai dengan abjad kapital dan diakhiri dengan tanda titik. Hal tersebut menentukan sebuah pemaknaan terhadap puisi.
  • Diksi adalah pemilihat kata-kata yang dilakukan oleh sih penyair dalam sebuah puisinya. Karena puisi ialah sebuah bentuk karya sastra yang sedikit kata-katanya bisa mengungkapkan banyak, oleh alasannya itu kata-katanya harus dipilih secermat mungkin. Pada pemilihan kata-kata dalam sebuah puisi dekat kaitannya dengan makna, keselarasan bunyi, dan urutan kata.
  • Imaji, ialah sebuah kata atau susunan kata yang mengungkapkan sebuah pengalaman indrawi, misalnya sebuah penglihatan, pendengaran, dan perasaan. Imaji ini terbagi atas tiga yaitu imaji bunyi (auditif), imaji penglihatan (visual), dan imaji raba atau sentuh (imaji taktil). Imaji menyebabkan sih pembaca seolah-olah melihat, mendengar, dan mencicipi apa yang dialami oleh penyair.
  • Kata Konkret, ialah sebuah kata yang memungkinkan memunculkan sebuah imaji alasannya bisa ditangkap indera yang mana kata ini berafiliasi dengan suatu kiasan atau lambang. Seperti kata kasatmata “salju” yang dimana melambangkan sebuah kebekuan cinta, kehampaan hidup, dll, sedangkan pada kata kongkret “rawa-rawa” melambangkan sebuah kawasan kotor, kawasan hidup, bumi, kehidupan dan lain sebaginya.
  • Gaya Bahasa, ialah suatu penggunaan bahasa dengan menghidupkan atau meningkatkan suatu efek dan menimbulkan sebuah konotasi tertentu dengan bahasa figuratif yang menyebabkan sebuah puisi menjadi prismatis, yang artinya memancarkan banyak makna atau kaya makna. Gaya bahasa ini disebut dengan majas. macam-macam majas yaitu antara lain metafora, simile, personifikasi, litotes, ironi, sinekdoke, eufemisme, repetisi, anafora, pleonasme, antitesis, alusio, klimaks, antiklimaks, satire, pars pro toto, totem pro parte, hingga paradoks
  • Rima/Irama ialah sebuah persamaan bunyi puisi yang baik di awal, tengah, dan tamat baris puisi. Rima mencakup yakni: Onomatope (sebuah tiruan terhadap bunyi menyerupai /ng/ yang menawarkan suatu efek magis puisi staudji C. B); Bentuk intern pola bunyi (aliterasi, asonansi, persamaan akhir, persamaan awal, sajak berselang, sajak berparuh, sajak penuh, repetisi bunyi (kata), dan sebagainya; Pengulangan sebuah kata/ungkapan ritma ialah tinggi rendah, panjang pendek, keras lemahnya bunyi. Rima sangat menonjol dalam pembacaan sebuah puisi.
2. Struktur Batin Puisi
  • Tema/Makna (sense); media pusi ialah suatu bahasa. Tataran bahasa ialah suatu korelasi tanda dengan makna, maka pusi harus mempunyai sebuah makna ditipa kata, baris, bait, dan makna keseluruhan.
  • Rasa (Feeling) yaitu suatu sikap penyair yang mengenai pokok permasalahan yang terdapat di dalam puisinya. Pengungkapan tema dan rasa dekat kaitannya akan sebuah latar belakang sosial dan psikologi penyair, misalnya menyerupai latar belakang pendidikan, agama, jenis kelamin, kelas sosial, kedudukan dalam sebuah masyarakat, usia, pengalaman sosiologis dan psikologis, dan dalam pengetahuan. Pada kedalaman pengungkapan sebuah tema dan ketetapan dalam menyikapi sebuah persoalan tidak tergantung dari sebuah kemampuan penyair memilih sebuah kata-kata, rima, gaya bahasa, dan bentuk puisi saja, namun juga dari sebuah wawasan, pengetahuan, pengalaman, dan keperibadian yang terbentuk oleh suatu latar belakang sosiologis dan psikologisnya.
  • Nada (tone)  ialah suatu sikap penyair terdapat pembacanya. Nada berafiliasi dengan tema dan rasa. Penyair bisa memberikan suatu tema baik dengan suatu nada yang menggurui, mendikte, bekerja sama dengan pembaca dalam pemecahan sebuah masalah, menyerahkan persoalan kepada sih pembaca, dengan nada sombong, menganggap kurang pandai dan rendah pembaca, dan lain sebagainya.
  • Amanat/tujuan maksud (intention) yaitu sebuah pesan yang akan disampaikan oleh sih penyair kepada sih pembaca yang terdapat di dalam puisi tersebut. 
Puisi merupakan salah satu jenis sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan sih penulis dan ungkapan yang ada di sekeliling suatu masyarakat. Itulah ulasan perihal 13 Pengertian Puisi Menurut Para Ahli, Dan Jenis-Jenis, Ciri-Ciri, Unsur-Unsur Puisi Beserta Struktur Puisi Secara Lengkap. Semoga apa yang diulas diatas bermanfaat bagi pembaca yang membutuhkannya. Sekian dan terimakasih.
Baca Juga :