10 Kasus Pelanggaran HAM Terbaru dan Penyebabnya [UPDATE]

Hai teman semua, kali ini saya mau membuatkan materi Pendidikan Kewarganegaraan atau sering disebut PKn yang judulnya kasus pelanggaran HAM terbaru dan penyebabnya. Nah sebelum kita melihat pola kasusnya, mari kita cari tahu dulu mengenai apa itu HAM dan kenapa HAM itu sangat penting.

Oke mari kita pahami sejenak mengenai apa itu HAM.

HAM yakni hak-hak dasar atau pokok yang dimiliki oleh insan yang dibawa semenjak lahir merupakan anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa dan wajib dijunjung tinggi oleh semua orang.

Dari pengertian diatas terdapat kata yang saya tebali yaitu “Hak-Hak Dasar atau Pokok”, maksud dari kata tersebut yakni kalau HAM itu merupakan hak dasar yang dimiliki semua orang tanpa terkecuali. Dengan adanya HAM kita mampu menikmati hidup ini alasannya yakni didalam HAM terdapat hak-hak yang sifatnya juga asasi atau dasar yaitu Hak Hidup, Hak Milik, dan Hak kebebasan/kemerdekaan.

Itu dia sepenggal pengertian HAM, semoga kalian memahaminya ya. Selanjutnya kita akan membahas yang namanya pelanggaran HAM.

Apa sih pelanggaran HAM itu? Kenapa HAM itu perlu ditegakkan? Apa saja pasal yang mengaturnya?

Oke kita akan coba menjawab semua pertanyaan diatas dengan penjelasan yang Insya Tuhan akan mudah untuk dipahami oleh kau semua. Mari kita mulai.

Kasus Pelanggaran HAM Terbaru dan Penyebabnya

10 Kasus Pelanggaran HAM Beserta Penyebab dan Penyelesaiannya

Jika sobat tengah mendapat peran “Carilah kasus kasus pelanggaran ham lainnya dari banyak sekali macam sumber!”, maka artikel ini yakni jawabannya.

Pertama yaitu mengenai pengertian Pelanggaran HAM. Menurut pasal 1 angka 6 UU No. 39 tahun 1999 Pengertian Pelanggaran HAM yakni sebagai berikut:

Pelanggaran HAM yakni setiap perbuatan seseorang atau kelompok orang termasuk pegawanegeri negara, baik disengaja maupun tidak disengaja, atau kelalaian yang secara hukum mengurangi, menghalangi, membatasi dan atau mencabut hak asasi insan seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh Undang-Undang dan tidak menerima atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukum yang adil dan benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku.

Itu tadi pengertian menurut UU No. 39 tahun 1999, dari petikan diatas, kita mampu mengambil kesimpulan bahwa pelanggaran HAM itu yakni tindakan yang dilakukan baik disengaja ataupun tidak yang menimbulkan perasaan tidak nyaman bagi orang lain.

Bentuk-Bentuk Pelanggaran HAM

dBagian selanjutnya yang akan kita bahas yaitu bentuk-bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia. Ada beberapa pembagiannya yaitu sebagai berikut:

1. Bentuk Pelanggaran HAM yang sering muncul

Untuk pelanggaran HAM yang sering muncul dibagi menjadi 2 yaitu diskriminasi dan penyiksaan. Berikut penjelasannya:

Diskriminasi yaitu suatu pembatasan, pelecehan, atau pengucilan yang eksklusif maupun tidak eksklusif didasarkan pada pembedaan insan atas dasar agama, suku, ras, etnik, kelompok, golongan, jenis kelamin, bahasa, keyakinan dan politik yang berakibat pengurangan, penyimpangan atau pembatalan HAM dan kebebasan dasar dalam kehidupan baik secara individual maupun kolektif dalam semua aspek kehidupan.

Penyiksaan yakni suatu perbuatan yang dilakukan dengan sengaja sehingga menimbulkan rasa sakit atau penderitaan baik jasmani maupun rohani pada seseorang untuk memperoleh pengesahan atau keterangan dari seorang atau pihak ketiga.

2. Bentuk Pelanggaran berdasarkan Sifatnya

Berdasarkan sifatnya, pelanggaran HAM dibagi menjadi 2 yaitu :

Pelanggaran HAM berat yaitu pelanggaran HAM yang berbahaya dan mengancam nyawa manusia, ibarat pembunuhan, perampokan, perbudakan, penyanderaan dan sebagainya.

Pelanggaran HAM ringan yaitu pelanggaran HAM yang tidak terlalu berbahaya dan tidak mengancam keselamatan seseorang, tapi jikalau dibiarkan terus menerus akan membahayakan kelangsungan hidup manusia, contohnya yaitu kelalaian dalam melaksanakan pengobatan terhadap pasien, pencemaran lingkungan dan sebagainya.

3. Bentuk Pelanggaran HAM berdasarkan UU No. 26 Tahun 2000

UU No.26 Tahun 2000 mengatur mengenai pengadilan HAM, bentuk pelanggaran menurut UU ini yakni sebagai berikut:

  •  Kejahatan Genosida, yakni setiap perbuatan yang dimaksud untuk memusnahkan atau menghancurkan seluruh atau sebagian kelompok suku bangsa, ras, kelompok etnik, dan kelompok agama dengan cara sebagai berikut:
    a. Membunuh anggota kelompok
    b. Mengakibatkan penderitaan fisik/mental bagi anggota kelompok
    c. Memaksakan tindakan-tindakan untuk mencegah kelahiran
    d. Memindahkan anak secara paksa
  • Kejahatan Kemanusiaan, yakni perbuatan yang dilakukan sebagai episode dari serangan yang meluas dan sistematis yang ditujukan secara eksklusif kepada penduduk sipil. Contohnya yaitu:
    a. pembunuhan, pemerkosaan, peculikan, perbudakan, pemusnahan
    b. Kejahatan Aphartheid, yakni pembedaan satu ras dengan ras lainnya
    c. penghilangan orang secara paksa
  • Kejahatan Perang
  • Agresi
  • Pembajakan kapal laut atau pesawat terbang dan terorisme

Kasus Pelanggaran HAM Terbaru dan Penyebabnya

1. Kasus Pelanggaran HAM : Tanjung Priok (12 September 1984)
Kasus yang berlatar belakang masa orde gres ini terjadi tanggal 12 September 1984 yang terjadi antara warga dengan polisi dan TNI. Bentrokan yang terjadi di Tanjung Priok itu menjadikan 24 orang tewas, 36 orang luka berat, dan 19 orang luka ringan.
2. Kasus Pelanggaran HAM : Penembakan Mahasiswa Universitas Trisakti (13 Mei 1998)
Kasus yang melibatkan mahasiswa dan pegawanegeri ini di latar belakangi alasannya yakni Indonesia mengalami krisis Financial Asia dan menuntut presiden Soeharto untuk turun dari jabatannya. Karena bentrok tersebut menjadikan 5 orang tewas dan banyak yang luka-luka.

3. Kasus Pelanggaran HAM : Tragedi Semanggi (1998-1999) 
Terjadi 2 tragedi semanggi yang disebut sebagai tragedi semanggi 1 dan tragedi semanggi 2. Tragedi Semanggi 1 terjadi pada tanggal 13 November 1998 yang menjadikan 5 orang tewas, sedangkan kasus semanggi 2 terjadi tanggal 24 September 1999 yang juga memakan 5 korban jiwa.
4. Kasus Pelanggaran HAM : Kasus G30S PKI (1965)
Peristiwa berdarah ini terjadi pada tanggal 30 September 1965 yang mana terjadi penculikan disertai pembunuhan beberapa jendral dan perwira TNI pada malam tanggal 30 tersebut. Penculikan dan pembunuhan itu didalangi oleh PKI.
5. Kasus Penculikan Aktivis
Kasus penculikan ini terjadi pada bulan April 1997 hingga April 1999 yang mana dalam kasus penculikan ini yang menjadi target yakni para aktivis. Dalam kasus ini 20 Aktivis dinyatakan hilang (9 orang diantaranya dibebaskan dan 11 diantaranya dinyatakan hilang).
6. Meninggalnya Aktivis HAM berjulukan Munir
Contoh Kasus Pelanggaran HAM Ringan dan Penyelesaiannya
sumber gambar : merdeka.com
Pada tanggal 7 September 2004 seorang penggagas HAM berjulukan Munir dinyatakan meninggal alasannya yakni keracunan. Beliau meninggal ketika perjalanan dari Jakarta ke Amsterdam. Pelaku yang diduga membunuh sang Aktivis tersebut dengan racun arsenik dijatuhi hukuman 20 tahun penjara setelah sebelumnya 2 tahun penjara.
7. Kasus Pelanggaran HAM Tolikara Papua
Kasus yang sedang hangat ini terjadi pada ketika hari Raya Idul Fitri bulan Juli 2015 dimana warga muslim Papua yang tengah menjalankan ibadah Shalat Ied tiba-tiba diserang oleh sekelompok cowok GIDI yang disertai dengan pembakaran kios-kios yang karenanya merembet dan aben masjid.

8. Pembunuhan Aktivis Buruh Wanita, Marsinah

Kasus pembunuhan penggagas buruh wanita, Marsinah terjadi pada tanggal 3-4 Mei 1993. Beliau yakni seorang pekerja serta kegiatan wanita PT Catur Putera Surya Porong, Jatim. Awal mulanya, dia dan para buruh lainnya melaksanakan mogok kerja dikarenakan agresi PHK yang tanpa disertai alasan yang jelas.

Selepas agresi demo tersebut, Marsinah ditemukan tidak bernyawa 5 hari setelahnya. Beliau meninggal di tempat hutan Wilangan, Nganjuk dengan keadaan yang mengenaskan dan diduga telah menjadi korban pelanggaran HAM berupa penculikan, penganiayaan dan pembunuhan. Sampai sekarang belum ada kejelasan akan siapa dalang pembunuhan dari Marsinah ini.

9. Pembantaian Massal Komunis (PKI) 1965

Selepas peristiwa G-30S atau Gerakan 30 September yang diduga didalangi oleh PKI, terjadi agresi pembersihan terhadap semua anggota dan kader-kader PKI. Banyak orang-orang yang bekerjasama dengan PKI ditangkap, dipenjara hingga dibantai.

Kala itu PKI menjadi salah satu partai besar dan memiliki anggota yang sangat banyak, alasannya yakni diduga menadi dalang dari G30S, banyak anggota-anggota PKI dan kader-kadernya ditangkap dan disiksa entah itu oleh pihak militer ataupun oleh masyarakat sendiri yang merasa geram akan partai tersebut. Menurut info yang ada, sekitar 1,5 juta orang menjadi korban jawaban peristiwa ini dan menjadi salah satu tragedi berdarah pasca Indonesia merdeka.

10. Kasus Salim Kancil

Kejadian ini terjadi tahun 2015 lalu. Awal mulanya dari penambangan pasir ilegal di Pantai Watu Pecak,  Salim Kancil dan penggagas lain mencoba menghentikan kegiatan ilegal itu. Karena merasa terganggu jawaban tindakan Salim Kancil tersebut, terdapat oknum-oknum yang menginginkan janjkematian Salim Kancil dan penggagas lain.

Beberapa Gerombolan mengikat tangan Salim dan menyeretnya menuju ke tempat Balai Desa Selok Awar-Awar.

Tidak hanya dipukuli, Salim Kancil juga digergaji lehernya, diestrum, dan tindakan brutal lainnya. Peristiwa itu terjadi sekitar setengah jam dan membuat proses berguru mengajar disalah satu paud menjadi terganggu alasannya yakni tempat kejadian akrab dengan sekolah paud.

Polres Lumajang sekarang ini sudah mengamankan 22 orang yang diduga menjadi pelaku pengeroyokan.Kombes Pol Raden Prabowo Argo Yuwono Kabid Humas Polda Jatim mengatakan, dari 22 terduga pelaku ini 19 diantaranya sudah ditahan. “Dua tersangka lainnya tidak ditahan alasannya yakni masuk kategori di belum dewasa yakni 16 tahun”.

Nah saya rasa cukup sekian bahan kali ini yang berjudul penyebab pelanggaran HAM dari banyak sekali Kasus yang ada, semoga dengan melihat kasus-kasus diatas kita tergerak untuk selalu aktif dalam menegakkan HAM.