Macam-Macam Majas Beserta Contoh Kalimatnya

Gaya bahasa atau majas memang sering digunakan dalam sebuah puisi, cerpen dan lainnya. Penggunaan majas sendiri terbukti bisa membuat suatu artikel atau bacaan menjadi lebih berbobot dan memiliki kualitas yang baik. Sebenarnya ada aneka macam Macam-Macam Majas beserta contoh kalimat yang menggunakan majas itu sendiri.

Bahkan ada beberapa cerpen yang mengandung aneka macam majas yang membuat dongeng tersebut lebih kaya, namun bagi sebagian orang yang belum memahami perihal apa itu majas, hal tersebut malah membuat mereka sulit untuk memahami suatu bacaan.

Untuk itu kali ini saya akan membuatkan kepada teman semua mengenai engertian majas dan macamnya supaya pengetahuan kalian akan gaya bahasa semakin banyak dan mempermudah anda untuk memahami suatu bacaan bermajas.

Untuk pertama yang akan kita bahas yaitu pengertian dari Majas itu sendiri, silahkan simak baik-baik.

Apa sih Majas Itu?

Majas atau Gaya Bahasa yaitu bahasa kias atau bahasa rupawan yang dipergunakan dalam suatu kalimat yang berfungsi untuk menunjukkan kesan mendalam bagi pembaca atau pendengar mengenai pesan yang akan disampaikan kepada mereka dengan tujuan supaya timbul kesan imajinatif dan perasaan mendalam baik lewat verbal maupun tulisan.

Macam-Macam Majas Beserta Contoh Kalimatnya
Sumber gambar: www.materisekolah.net

Secara singkat, majas juga disebut sebagai kumpulan kata unik dan menarik yang dipergunakan untuk menambah kesan mendalam bagi penyimak.

Seperti yang sudah saya jelaskan tadi, bahu-membahu Majas sering dipergunakan dalam sebuah dongeng pendek ataupun puisi. Penggunaan majas terbukti bisa membuat pembaca atau pendengar menjadi lebih memahami makna yang hendak disampaikan oleh si pembuat cerpen atau puisi.

Untuk itu, jika ingin karya kalian baik itu cerpen atau puisi diminati banyak orang, kalian wajib mengetahui macam-macam majas berikut

Macam-Macam Majas dan Contohnya

Sebelumnya kalian harus tahu pembagian majas sebagai berikut:
  • Majas Perbandingan
  • Majas Pertentangan
  • Majas Sindiran
  • Majas Penegasan
Nah ayo kita kupas satu persatu dan kita jabarkan menjadi banyak majas, tidak lupa disertai dengan teladan juga ya..
Majas Perbandingan

Majas perbandingan dibagi menjadi beberapa majas, antara lain sebagai berikut:
  1. Metafora, yaitu majas yang mengungkapkan dua hal secara eksklusif berupa perbandingan analogis. Penggunaan kata didalamnya bukan merupakan arti yang sebenarnya, melainkan digunakan sebagai lukisan yang didasari pada perbandingan atau persamaan.

    Contohnya:
    * Aku yaitu badai dalam cerita
    * Raja siang keluar dari ufuk timur
    * Perpustakaan yaitu jendela ilmu
    * Aku yaitu bintang kelas dunia
    * Alfi anak emas asal Indonesia

  2. Personifikasi, yaitu majas yang membandingkan benda-benda mati seolah memiliki sifat layaknya manusia.

    Contohnya:
    * Bunga Mawar menjaga dirinya dengan duri
    * Badai mengamuk menghantam semua yang ada didepannya
    * Ombak berkejar-kejaran ke tepi pantai
    * Peluit menjerit tanda pertandingan telah usai
    * Matahari tersenyum cerah menyambut pagi

  3. Asosiasi atau Perumpamaan, yaitu majas yang membandingkan dua hal yang sebenarnya berlainan namun dianggap sama. Umumnya majas asosiasi bisa dikenali dengan adanya kata-kata pembanding mirip bagai, bagaikan, seumpama, laksana, mirip dan lainnya.

    Contohnya:
    * Semangatnya keras bagaikan baja
    * wajahnya pucat bagaikan mayat
    * Alfi Ibarat mendapat durian runtuh pagi itu
    * Wajahnya kuyu sebagai pejuang yang kalah perang
    * Pikirannya kacau bagai benang kusut

  4. Alegori, yaitu majas yang menyatakan dengan cara lain, melalui penggambaran atau kiasan.  Alegori merupakan majas perbandingan yang saling bertautan antara satu dan yang lainnya dalam menjadi satu kesatuan yang utuh. Selain itu majas ini menggunakan lambang-lambang didalamnya.

    Contohnya:
    * Perjalanan hidup insan layaknya air sungai yang mengalir melewati tebing-tebing, yang adakala tidak bisa ditebak kedalamannya, yang mau atau rela mendapatkan segala sampah, dan yang pada kesannya berhenti saat bertemu dengan laut.

  5. Simbolik, yaitu majas yang menggambarkan atau melambangkan sesuatu yang mana digambarkan dalam bentuk benda, binatang, atau tumbuhan.

    Contohnya:
    * Maskur dikenal sebagai lelaki buaya darat
    * Rumah Ikmal habis dilalap si Jago Merah
    * Bunga Melati melambangkan Kesucian
    * Hewan Bunglon melambangkan orang yang tidak memiliki pendirian tetap
    * Teratai, melambangkan pengabdian

  6. Metonimia, yaitu majas yang menggunakan ciri tubuh, gelar, label atau nama merk dan lainnya yang digunakan untuk menggantikan benda tersebut.

    Contohnya:
    * Di kantong Oky selalu terselib gudang garam (Maksudnya yaitu rokok)
    * Setiap hari maskur selalu menghirup kapal api (Maksudnya kopi kapal api)
    * Iqbal pergi ke Semarang naik Garuda (Maksudnya pesawat Garuda)

  7. Sinekdok, yaitu majas yang menyebutkan sebagian untuk mengganti benda secara keseluruhan atau justru sebaliknya. Majas ini masih dibagi lagi menjadi dua yaitu:

    Pars Pro Toto, yaitu menyebutkan sebagian untuk keseluruhan.

    Contoh:
    * Hingga sekarang Alfi belum kelihatan batang hidungnya
    * Per kepala mendapat bab sebesar 2 kg
    * Pemain Bulu Tangkis Ganda Putra meraih mendali emas di ajang Thomas Cup.

    Totem Pro Parte, yaitu menyebutkan keseluruhan untuk sebagian.

    Contoh:
    * Indonesia memboyong medali emas dalam cabang olahraga sepak bola.
    * Indonesia akan memilih idolanya hari ini.

  8. Simile, yaitu majas yang mengungkapkan perbandingan eksplisit yang dinyatakan dengan kata depan dan penghubung. Majas ini bisa dikenali dengan memperhatikan beberapa kata mirip ibarat, bak, bagai, umpama dan lainnya.

    Contoh:
    * Kau dan saya menyerupai air dan minyak yang tak bisa bersatu.

  9. Antitesis, yaitu majas yang membandingkan kata-kata berlawanan arti.

    Contoh:
    * Maju mundurnya sebuah perusahaan tergantung dari pengelolaan yang dilakukan oleh pemimpinnya.
    * Besar kecilnya pendapatan yang kalian peroleh berdasarkan usaha yang kalian lakukan.
    * Tua Muda, besar kecil ikut meramaikan pawai obor malam itu.

Majas Pertentangan

Majas Pertentangan yaitu majas yang tujuannya untuk menyatakan pertentangan dari yang dimaksudkan sebenarnya dengan impian kesan dan pengaruh dari suatu bacaan tersebut bisa dipahami oleh pembaca atau pendengar.
Berikut Macam-Macam majas pertentangan:
  1. Paradoks, yaitu majas yang memiliki pertentangan aktual disertai dengan fakta yang ada.

    Contoh:
    * Teman itu musuh dibalik selimut.
    * Aku merasa sendirian ditengah kerumunan ini.
    * Hatiku bersedih ditengah hingar bingar pesta malam itu.

  2. Hiperbola, yaitu majas yang menunjukkan pernyataan yang terkesan berlebihan.

    Contoh:
    * Suaranya menggelegar membelah angkasa.
    * Tubuhnya tinggal kulit pembalut tulang.
    * Dia berpengaruh mirip Super Hero.

  3. Litotes, yaitu majas yang menyatakan suatu hal yang tujuannya untuk merendahkan diri.

    Contoh:
    * Makanlah seadanya hanya dengan nasi dan air putih saja.
    * Jika kalian ingin kepanasan, silahkan singgah ke gubuk reot milik kami ini.
    * Mengapa kau bertanya kepada orang yang udik mirip saya ini?

Majas Sindiran

Majas sindiran yaitu majas yang berisi perihal sindiran yang tujuannya untuk meningkatkan kesan dari pembaca atau pendengar.
Majas Sindiran dibagi menjadi beberapa majas yaitu:
  1. Ironi, yaitu majas yang memiliki makna bertentangan dengan tujuan untuk menghina atau mengolok-olok.

    Contoh:
    * Nilai kau bagus bener Bal, hmm merah semua.
    * Tulisanmu bagus sekali, sampai-sampai mataku tidak bisa menerjemahkannya.
    * Ini gres siswa teladan, setiap hari selalu pulang kemalaman.

  2. Sinisme, yaitu majas yang menyatakan sindiran secara langsung. Majas ini lebih bernafsu dari majas Ironi.

    Contoh:
    * Bau badanmu mirip kambing yang habis jatuh kedalam selokan.
    * Tingkah lakumu mirip binatang, biadab dan tidak beraturan.
    * Orang udik saja bisa melakukannya, masak kau tidak bisa.

  3. Sarkasme, yaitu majas sindiran yang paling bernafsu dan biasanya diucapkan oleh orang dalam keadaan jengkel atau marah.

    Contoh:
    * Dasar otak udang!, ngerjain gini aja nggak bisa.
    * Pergi kau !, baumu mirip kotoran hewan, mau muntah saya rasanya
    * Dasar bangsat, sana pergi, kau tu nggak berharga.

Majas Penegasan

Majas penegasan yaitu majas yang tujuannya untuk menegaskan suatu hal supaya kesan dan makna dari suatu bacaan bisa hingga ke pembaca.

Berikut macam-macam Majas Penegasan:

  1. Pleonasme, yaitu majas yang penggunaan katanya cenderung berlebihan alasannya yaitu sebenarnya tidak perlu digunakan.

    Contoh:
    * Para Siswa dan Siswi yang ada dilantai dua supaya segera turun kebawah alasannya yaitu akan ada pengumuman penting.
    * Mereka Mendongak keatas untuk melihat atraksi pesawat tempur.

  2. Repetisi, yaitu majas yang mengulang beberapa kata dengan tujuan untuk mempertegas maksud.

    Contoh:
    * Dialah yang kutunggu, dialah yang kunanti, dialah yang kuharap
    * Marilah kita sambut bintang kita, marilah kita sambut pendekar kita, marilah kita sambut idola kita.

  3. Paralelisme, yaitu majas yang bentuknya pengulangan untuk mempertegas maksud. Biasanya terdapat pada puisi.

    Contoh:
    * Sahabat yaitu kawan, teman yaitu pelipur lara, teman yaitu kamu.
    * Cinta yaitu pengertian, cinta yaitu kesetiaan, cinta yaitu rela berkorban.

  4. Tautologi, yaitu majas yang memiliki arti yang sama dengan kata sebelumnya atau memiliki sinonim.

    Contoh:
    * Seharusnya kita semua hidup rukun, akur, dan bersaudara.
    * Apa tujuan dan maksud kedatangan kalian kemari.

  5. Klimaks, yaitu majas yang menyatakan suatu hal yang semakin lama semakin meningkat kepentingannya dari kalimat sebelumnya.

    Contoh:
    * Semua warga baik anak kecil, remaja, remaja bahkan lansia sangat antusias mengikuti lomba.
    * Ketua RT, RW, Kepala Desa, Gubernur, bahkan Presiden tidak berhak untuk membatasi atau mengurangi hak pribadi seseorang.

  6. Antiklimaks, yaitu majas menyatakan suatu hal yang semakin lama semakin menurun kepentingannya dari kalimat sebelumnya.

    Contoh:
    * Baik di Kota, desa maupun pelosok negeri memiliki kepribadian yang sama yaitu Pancasila.
    * Kepasa Sekolah, Guru, Staff serta para siswa mengikuti upacara bendera dengan khidmat.

  7. Retorik, yaitu majas berupa pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban.
    Hosting Unlimited Indonesia

    Contohnya:
    * Kata siapa orang miskin tidak bisa sekolah?
    * Tega kau mengusir orang tuamu?

Nah itu ia macam-macam majas beserta contohnya yang perlu kalian ketahui, umumnya seorang penulis puisi atau cerpen menggunakan beberapa jenis majas yang dianggapnya bisa memperdalam karya yang diciptakannya, jadi sekarang kalian tidak perlu ragu untuk menambahkan kalimat bermajas ke dalam karya anda baik itu Cerpen maupun puisi.

Blogger yang baik yaitu blogger yang mau mencantumkan link sumber dari artikel yang dibuatnya, berikut sumber dari artikel ini:
  • rohmatullahh.blogspot.co.id/2013/09/PengertianMajasContohMacam-macamMajas.html
  • masterbama.blogspot.co.id/2014/11/Majas.html
  • www.kopi-ireng.com/2014/10/macam-macam-majas.html
  • www.informasi-pendidikan.com/2013/01/macam-macam-majas-dan-contohnya.html